Asal usul pekalongan

Legenda menerangkan bahwa
Pekalongan adalah dari TOPO
NGALONG – nya Joko Bau ( Bau
Rekso ) yang dianggapnya
pahlawan daerahnya kota
Pekalongan yang kemudian
menjadi Pahlawan Mataram yang
berasal dari Kesesi Kabupaten
Pekalongan Putra Kyai Cempaluk.
Dikisahlkan tatkala Joko Bau
bertapa di alas Gambiran
( kemudian menjadi Gambaran
Muka PLN Pekalognan ) tak ada
satupun yang bisa dapat
menggugahnya termasuk Raden
Ngaten Dewi Lanjar ( ratu segoro
Lor ) . Godaan – godaan dari
prajurit silumannya dewi lanjar
Bisa dikalahkan dengan
kekuatan gaibnya Joko Bau yang
dalm kisah selanjutnya Dewi
Lanjar kemudian bertekuk lutut
dan dipersuntingnya.
Satu –satunya yang bisa
menggugah Topo Ngalongnya
Joko Bau adalah TAN KWIE DJAN
yang mendapat tugas dari
mataram.
Tan Kwie Djan berhasil, yang
akhirnya bersama sowan
Mataram untuk menerima tugas
lebih lanjut.
Dari asal Topo Ngalong inilah
kemudian timbul Nama
Pekalongan, Karena waktu topo
Ngalong INI jamannya Sultan
Agung , maka timbullah ” NAMA
PEKALONGAN ” menurut versi ini
seputar abad 17. ( dalam sejarah
Bau Rekso gugur 21 september
1628 di batavia dalam
peperangan melawan VOC).
Versi Topo Ngalongnya Joko Bau
ini berbeda tempat, ada yang
menerangkan di Kesesi ,
Wiradesa dan ada yang
terangkan di antara Ulujamu –
Comal – Kesesi, di alun – alun
Pekalongan , Slamaran.
• KALINGGA.
Sementara masyarakat Pekalonga
beranggapan bahwa letak
kerajaan Kalingga konon adalah
di desa Linggoasri kecamatan
Kajen Kabupaten pekalongan
yang sekarang , dari Klingga
inillah kemudian dihubungkan
dengan kata kaling, keling,
kalang, dan akhirnya menjadi
kalong. Dan dari kata kalong
kemudian timbullah nama
Pekalongan.
Karen kerajaan kalingga di abad
6 – 7, maka timbulnya nama
Pekalongan menurut versi ini
seputar abad 6 s/d 7.
• KALONG ( KELELAWAR )
Dari asal kata kalong ( kelelawar )
, karena di Pekalongan dulunya
banyak kelelawar / kalong,
terutama di daerah kesesi
dimana asal mula Bau Rekso
dilahirkan dari keluarga Kyai
Cempaluk. Dalam versi yang
sama, tempatnya lain, yakni
dikisahkan di sepanjang kali
Pekalongan ( kergon ) , dimana
disini dulunya dulunya diatas
pohon Slumpring banyak
binatang kelelawarnya dan ju8ga
diatas Randu Gembyang
( kandang panjang Kodia
Pekalongan ) yang bnyak
kelelawarnya dan merupakan
tanda bagi kaum nelayan yang
biasa dijadikan pedoman bahwa
disitu adalah pantai, yang
kemudian dinamakan
Pekalongan.
Inipun terjadi seputar abad ke
17 ( jamannya Bau Rekso)
• KALANG.
Pekalongan , ada yang
menerangkan dari kata kalang
dan kalang disinipun sebenarnya
ada beberapa pengertian Yakni :
1. Asal kata dari Kalingga – keling
dan kemudian kalang .
2. Kalang yang berarti hilir
mudik .
3. Kalang berarti sama sejenis
ikan laut ( cakalang ) .
4. Kalang yang berarti diasingkan
ke….( di selong ) .
Di dalam satu cerita rakyat
daerah Pekalongan ini bermula
berupa Hutan semak – semak
yang banyak setan, silumanny
dan tempat tersebut merupakan
suatu tempat yang ditakuti oleh
siapapun. Oleh Mataram
kemudian tempat semacam ini
dipergunakan untuk
pembuangan sebagai hukuman
bagi orang – orang yang
membangkang pada Mataram
ataupun yang di anggapnya
membahayakan bagi mataram
sendiri.,Diantaranya yang
dikalang disini menurut cerita
adalah Bau Rekso yang tadinnya
putra Mataram.Dari kata ini pada
masa selanjutnya kalang
berkembang menjadi kalong dan
kemudian Pekalongan . juga
sebelumnya ada yang
menyebutnya Pekalangan.
Disamping itu kalang ada yang
mengartikan gelanggang,
sekelompok dsb .
• ASAL DAERAH SEMULA .
Pekalongan yang di Pekalongan
yang sekarang ini sebermula
pindahan dari daerah
Pekalongan yang terletak di
Surabaya Jawa Timur, sebagai
transmigran istilah sekarang .
Kapan mulai pindah kepesisir
utara yang kemudian di
namakan Pekalongan seperti
daerah asalnya belumlah jelas
( keterangan ; Peta Surabaya
Tauhun 1866 , di daerah ini
tercantum Nama Pekalongan
sebagai Wilayah dan sungai ) .
• PEK ALONG .
Diteliti asal katanya pek dan
along ini bermacam pula artinya ,
diantaranya adalah berarti ;
Pek = seratus , pak de ( si wo ) ,
luru ( mencari , apek ), sedang
Along yang tadinya halong ,
adalah bahasa sehari – hari
nelayan yang berarti mendapat
banyak .
Pek Along kemudian berarti ,
mencari ikan di laut mendapat
( hasil ). Dari Pek Along ,
kemudian menjadi A – Pek – H –
Long – An = Pekalongan , dan
bagi masyarakat sendiri
dikromokan menjadi
PENGANGSALAN.

sumber dari: the-wiskah.blogspot.com

Tinggalkan komentar

Filed under Pekalongan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s