Kisah – kisah 4 sahabat Nabi (abu bakar ash-shidiq, umar bin khotob, ustman bin affan, ali bin abi tholib)
oleh Kisah nabi dan sahabatnya pada 05 Oktober 2010 jam 9:01

4 Sahabat kental Nabi Muhammad SAW yang berperan penting dalam dakwahnya :

1. Abu Bakar as Sidiq

Beliau lahir dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah Saw di kota Mekkah. Atau pada tahun 51 sebelum Hijriah (751 M). Nama lengkapanya Abdullah bin Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab at-Taimy al-Qursy. Dulunya bernama Abdul Ka’bah, kemudian Rasulullah mengantinya dengan nama Abdullah. Gelarnya As-Sidiq; orang percaya. Ketika terjadi peristiwa Isro’ dan Mi’roj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya dengan peristiwa itu. Maka beliau digelari as-Siddiq. Nama panggilanya Abu Bakar. Ibunya bernama ummul Khoir Salma binti Shahr bin ‘Amir .

Di kalangan kaumnya dikenal dengan al-‘Atiq. Konon ceritanya Rasulullah pernah berkata; “Kamu adalah hamba Allah yang dijauhkan (‘Atiq) dari api neraka”. Maka sejak itulah terkenal di kalangan sahabat dengan sebutan al-‘Atiq. Pendapat lain mengatakan karena wajahnya yang ganteng. Pendapat lain karena banyak memerdekakan budak muslim seperti Bilal. Pendapat lain karena tidak ada cacat dalam nasabnya.

Mengenai pribadinya, Ibn Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin az-Zubair, “Ketika para sahabat sedang kumpul dalam suatu majlis, seseorang bertanya kepada Abu Bakar. “Apakah kamu pernah minum khomer pada masa Jahiliyah?” kata orang itu. Beliau menjawab, “Aku berlingung kepada Allah. “Kenapa” orang itu bertanya. “Saya dapat menjaga kehormatan diriku dan muruah. Sebab orang yang minum khomer hilang kehormatannya dan muruahnya” jawab Abu Bakar. Orang pun melaporkan kepada Rasulullah. Rasulullah berkata, “Abu Bakar benar. Abu Bakar benar.” Dari Aisyah ‘Aisyah r.a. berkata, “Demi Allah, Abu Bakar r.a. belum pernah membaca syair pada masa Jahiliyah dan Islam. Beliau dan Utsman bin ‘Affan tidak pernah meminum khomer/arak.”

Pada waktu Rasulullah wafat, kaum muslimin mulai guncang dan kebinggungan akan keberlangsungan Islam. Melihat kondisi yang sangat membahayakan ini, beliau dengan lantang berkata; “ Siapa diantara kalian yang menyembah Muhammad (Rasulullah), maka Muhammad sudah wafat. Tapi barangsiapa menyembah Allah SWT maka Allah SWT itu hidup dan tidak akan mati.” Mendengar ucapan itu, maka tenanglah hati umat Islam. Hingga akhirnya Allah SWT menguatkan keimanan mereka.

Selepas Rasululllah wafat, beliau diangkat menjadi kholifah oleh kaum muslimin pada tahun 11 H. inilah sejarah pergantian kempimpinan umat Islam untuk pertama kali yang didasarkan pada syuro’ (musyawarah). Pada waktu dipilih menjadi kholifah beliau berkata; “Aku diangkat menjadi pemimpin kalian tapi bukan berarti aku yang paling baik dari kalian. Sekiranya aku melakukan kebaikan maka kalian harus menolongnya dan sekiranya aku berbuat salah maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan. Kejujuran adalah amanah dan berdusta adalah khianat dan pengingkaran terhadap yang benar. Orang-orang yang lemah diantara kalian, bagiku adalah orang kuat hingga aku memberikan haknya. Dan orang-orang yang kuat diantara kalian, bagiku adalah lemah hingga aku ambil hak-hak itu darinya.”

Istri-istri beliau; Ummu Rumman binti ‘Amir, Qutailah binti Abdul Izza, Asma’ binti ‘Umais dan Habibah binti Khorijah. Lahir dari perkawinnya tiga anak laki-laki dan tiga perempuan. Tiga anak laki-laki itu; Abdullah, Abdurrahman dan Muhammad. 3 anak perempuannya; Asma’, Aisyah (istri Rasulullah) dan Ummu Kultsum.

Beliau menjabat sebagai kholifah selama dua tahun dan tiga bulan. Wafat pada tahun 12 H berumur 63 tahun, seperti umur Rasulullah ketika wafat. Dikuburkan di dekat kuburan Rasulullah di kamar Aisyah RA. Sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada Umar bin Khottob untuk menjadi kholifah.

Beliau sangat pandai dalam ilmu nasab (silsisah keturunan) suku dan juga penceritaannya. Beliau termasuk dari ketua-ketua Quraisy di masa Jahiliyah yang disegani dan senangi karena sikapnya yang bijak. Selama hidupnya belum pernah minum khomer dan menyembah patung. Ketika di Yaman, seorang syeik dari al-Azd pernah memberitahu tentang hadirnya kenabian Muhammad Saw. Beliau orang pertama yang meyakini dan mempercayai kenabian Muhammad. Seperti halnya berita yang disampaikan Waroqoh bin Naufal kepada beliau mengenai kenabian Muhammad Saw.

Pada waktu hijrah, beliau menjadi teman Rasulullah dalam perjalanan hijrah itu, begitu juga ketika Rasulullah berada di gua Hira. Hal ini bisa dibaca dalam firman Allah; “…sedang ia salah seorang dari dua sahabat pada waktu di gua Hiro..(QS.at-taubah:40). Ketika melakukan ibadah haji beliau orang pertama menjadi amir (ketua) rombongan kaum muslimin dalam haji tersebut dan orang pertama yang menjadi imam sholat setelah wafatnya Rasulullah.

Diantara orang-orang yang memeluk Islam atas jasanya adalah; az-Zubair bin al-Awwa, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin ‘Auf, Saad bin Abu Waqos, Tholhah bin Ubaidillah, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah. Mereka termasuk 10 orang-orang yang diberitakan masuk surga. Termasuk beliau juga.

Beliau telah memerdekakan 7 orang; Bilal, ‘Amir bin Fahiroh, Zanirah, Nahdiyah dan anak perempuannya, Jariyah bani Muammal dan Ummu ‘Abis. Mengumpulkan mushaf yang tersebar di pelbagai pelosok. Beliau juga orang yang sangat tegas memerangi orang-orang murtad (keluar dari Islam) dan engan membayar zakat. Pada masa beliau memangku kholifah, syiar Islam tersebar melalui penaklukan ke pelbagai negara. Inilah sejarah awal penaklukan dalam Islam. Ada 142 hadits yang diriwayatkankan. Diantara riwayat hadits dari beliau; Suatu ketika Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku do’a dalam sholat.” Rasulullah menjawab: “berdoalah dengan ini; “Allahumma inni dholamtu nafsi dhulman katsiro…(Wahai Allah, aku banyak berbuat kedhaliman, tidak ada orang yang boleh berikan ampunan dosa-dosa dholimku kecuali Engkau. Maka berilah ampunana atas semua dosa-dosaku dan berilah kasih sayang dan rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemberi Ampunan dan Kasih sayang” (HR.Bukhori)

Apa kata Rasulullah mengenai pribadinya: “Tidak seorangpun diantara manusia yang lebih banyak dari Abu Bakar dalam menjaga diriku denganm jiwa dan hartanya. Sekiranya dibolehkan aku menjadikan teman baik diantara manusia niscaya saya jadikan Abu Bakar sebagai teman baik. Akan tetapi pertemanan dan persaudaraan atas nama Islam itu lebih utama. Silahkan kalian tutup setiap pintu untukku di masjid kecuali pintu Abu Bakar (HR.Bukhori).

Dalam hadits lain disebutkan,suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabat; “ Siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa.” Abu Bakar menjawab; “Saya, wahai baginda Rasul. “Siapa diantara kalian yang telah memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab; “Saya, Wahai Rasul.” “Siapa diantara kalian telah mendoakan dan menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab; “Saya, wahai baginda Rasul.” Setelah itu Rasulullah bersabda; “Sekiranya sifat dan perbuatan tersebut dilakukan oleh seseorang maka kelak dia akan masuk surga.”

Wasiat Abu Bakar kepada Umar sebelum ajal menjemputnya sebagaimana diceritakan Abdurrahman bin Abdullah bin Sabith “Pada waktu ajal hendak menjemputnya, beliau memangil Umar. Beliau berkata, “Wahai Umar, ingatlah bahwa ada amalan untuk Allah yang dilakukan siang hari yang Allah tidak akan menerima amalan itu di waktu malam. Dan ada amalan untuk Allah yang di malam hari yang tidak akan diterima di waktu siang. Allah tidak menerima amalan sunnah sehingga yang wajib dilaksanakan. Timbangan amal baik di akherat menjadi berat karena mengikuti jalan kebenaran di dunia hingga Allah beratkan timbangan atas mereka. Dan timbangan (baik) manusia berkurang di akherat karena manusia mengikuti jalan sesat/batil selama di dunia

Ketika beliau wafat, Ali bin Tholib berkata; “Semoga Allah memberikan rahmat kepada Abu Bakar, Kamu adalah saudara Rasulullah, kawan dekat, penghibur duka lara, dan kawan dalam bermusyawarah. Kamu adalah orang pertama yang berislam, yang paling ikhlas beriman kepada Allah dan Rasulul-Nya, yang paling baik dalam persahabatan dan paling mulia diantara kaum lainnya. Kamu juga yang paling serupa dengan Rasulullah ketika diam dan gerak. Allah telah angkat derajat namamu, wahai Abu bakar dalam tingkatan yang paling tinggi. Allah berfirman; “ Dan orang yang percaya dengan kenabian Muhammad.

Dalam riwayat Asakir dari al-Ashma’y disebutkan bahwa Abu Bakar jika dipuji beliau berdo’a “Ya Allah Engkau lebih tahu tentang diriku dan saya lebih tahu dari mereka. Ya Allah berikan kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan. Ampunilah aku dari apa yang mereka tidak tahu dan jangan azab aku dari apa yang mereka katakan.”

2. Umar bin Khotob

Lahir 40 tahun sebelum hijrah Rasulullah. Nama lengkapnya Umar bin Khottob bin Nafail bin Abdul ‘Izzy al-Qursy. Nama pangilannya adalah Abu Hafsh (anak singa). Ayahnya, al-Khottob bin Nufail al-Adwy adalah seorang yang gagah berani. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al-Mughiroh. Gelarnya al-Faaruq (pembeda/pemisah antara yang benar dengan yang batil). Pada masa jahiliyah menikah dengan kerabat dekatnya, Ummu Kultsum binti Jaruul. Sesudah masuk Islam, menikah dengn Zaenab bin Ma’dhun, Ummu Kultsum binti Ali ra., Jamilah binti Tsabit, Ummu Hakim binti al-Harits, ‘Atakah binti Zaid, Sabi’ah binti al-Harits. Dari perkawinannya lahir 12 anak. 6 anak laki-laki; Abdullah, Abdurrahman, Zaid, Ubaidillah, ‘Ashim dan ‘Iyadh. 7 anak perempuan; Hafsah,Roqiyah, Fatimah, Shofiyah, Zainab dan Ummul Walid.

Beliau memeluk Islam pada tahun ke-enam dari kenabian Muhammad SAW pada waktu berumur 27 tahun. Dari Ibn Umar diceritakan bahwa Rasulullah berdo’a, “Ya Allah muliakan Islam dengan salah satu dari orang yang lebih Engkau cintai; Abu Jahal atau Umar bin Khottob.” “Dan orang yang paling Allah cintai adalah Umar bin Khottob” kata Rasulullah (HR.Ahmad). Sebab beliau orang pertama yang menyatakan secara terang-terang keislamannya.

Semasa remaja, beliau terkenal sangat keras dan kuat pendirianya di kalangan kaum Quraisy. Pandai membaca dan menulis. Di masa jahiliyah beliau juga dikenal sebagai duta besar dan sangat disegani. Mengenai pribadinya, as-Syifa’ binti Abdullah berkata; “Kalau sudah bicara, suaranya terdengar kemana-mana, kalau jalan cepat, kalau mukul buat orang sakit. Sesunguhnya beliau adalah seorang ahli ibadah (an-naasik).”

Dalam sejarah Islam permulaan tahun dan penanggalan dimulai dari peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah.

Sebelum masuk Islam, beliau adalah orang yang sangat benci dan menentang Islam. Maklum, beliau adalah orang yang disegani di kalangan Quraisy karena wataknya yang keras dan susah kompromi. Disamping itu beliau adalah ‘ikon pejuang’ kebanggaan sukunya. Konon ceritanya “sekiranya keledai Umar masuk Islam, tidak mungkin Umar akan ikut masuk Islam.”

Sejarah masuknya Umar dalam ajaran Islam sangatlah unik dan menarik. Disebutkan bahwa suatu hari Umar sedang jalan. Tiba-tiba terdengar suara orang mengaji al-Qur’an. Didatangilah suara aneh itu. Maklum suara itu belum pernah didengarnya sebalum itu. Sampailah Umar ke sumber suara itu. Ternyata dilihatnya Khobab bin ar-Art sedang mengajari ngaji Fatimah, saudaranya. Seketika Umar wajahnya sangat geram dan memukul Fatimah. Umar meminta supaya mushaf itu diberikannya. Tapi Fatimah menolaknya kecuali dengan syarat kalau Umar sudah bersuci dulu. Lalu Umar pun memenuhi syarat itu. Umar pun kemudian bersuci dengan mandi. Setelah itu dibacanya mushaf al-Qur’an itu. Waktu itu yang dibaca surat Thoha. Tanpa disadari Allah telah membukakan hatinya. Kemudian Umar pergi ke rumah al-Arqom bin ar-Arqom dan menyatakan masuk Islam di depan Rasulullah tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Mutholib masuk Islam. Menurut pendapat yang masyhur, beliau masuk Islam pada tahun ke-6 kenabian Muhammad. Orang nomer 40 dalam urutan orang-orang yang masuk Islam. Masuknya Umar dalam ajaran Islam adalah bukti dari kecintaan dan kemulian Allah. Begitu juga jawaban atas do’a yang pernah dibacakan Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah pernah berdoa; “Ya Allah, tinggikan dan muliakan Islam salah satu dari orang yang paling Engkau cinta; Abu Jahal danUmar bin Khotob.” (HR.at-Tirmidhi,hadits hasan sohih ghorib). Masuknya Umar dalam barisan orang-orang Islam waktu itu merupakan kegembiraan dan menjadi penyemangat bagi yang lain. Sebab beliau diantara orang yang berpengaruh di kaumnya. Maka dengan masuknya Islam, sedikit banyak mempengaruhi ‘imej’ masyarakat. Dalam hal ini Ibn Mas’ud berkata; “Kami masih tetap menjadi mulia sejak Umar masuk Islam.” Mengenai keislamanya Rasulullah berkata; “Sesunguhnya Allah telah menjadi kebanaran agama (Islam) melalui lisan/ucapan Umar dan (keteguhan) hatinya”(HR.Tirmidhi). Di hadits lain disebutkan; “ Dahulu kala umat-umat sebelum kalian mempunyai pahlawan yang selalu menjadi buah bibir (pembicaraan), sekiranya umatku dibandingkan dengan umat-umat terdahalu, maka Umar bin Khotob pahlawannya (HR.Bukhori). Mengenai pribadinya Rasulullah berkata; “Demi Jiwaku yang ada di genggam-Nya, syetan tidak akan mungkin dapat menghalangi jalanmu, melainkan jalan orang selain kamu” (HR. Bukhori).

Ada enam perkara yang diusulkan Umar hingga akhirnya turun wahyu membenarkan usulannya itu.

Pertama; mengenai haramnya khomer. Maka turunlah ayat larangan minum khomer.

Kedua; usulan supaya tawanan perang Badr dibunuh dan tidak boleh menerima tebusan darinya. Maka turunlah ayat yang menguatkan pendapatnya itu.

Ketiga; usulan supaya istri-istri Rasulullah memakai hijab (kerudung). Maka turunlah ayat yang memerintahkan memakai hijab.

Keempat; usulan supaya orang-orang munafik yang meninggal tidak usah disholati. Maka turunlah ayat yang melarang sholat mayit untuk orang-orang munafik.

Kelima; usulan untuk melakukan sholat di maqom (tempat) Ibrahim. Maka turunlah ayat yang memerintahkan sholat di maqom Ibrahim.

Keenam; ketika istri-istri saling cemburu terhadap Rasulullah, Umar berkata; “Semoga saja Tuhannya menganti istri-istri yang lebih baik dari kalian sekiranya memang menceraikan kalian.” Dari situlah turun surah at-Tahrim dan menjadi bagian dari ayat-ayatnya. Begitupula diantara pendapatnya adalah memerangi orang-orang yang murtad dan menunda memerangi orang-orang yang engan membayar zakat karena kondisi negara yang sangat lemah. Tetapi pendapatnya itu ditolak Abu Bakar. Akhirnya pun Umar menerima pendapat Abu Bakar setelah Allah memberikan pencerahan dalam hatinya.

Setelah wafatnya Rasulullah, beliau orang yang pertama membaiat Abu Bakar menjadi kholifah. Sebelum wafatnya Abu bakar, kholifah pertama, beliau pernah mencalonkan Umar untuk mengantikannya. Setelah dipilih menjadi kholifah, pertama-tama yang dilakukan adalah memerangi orang-orang murtad (keluar dari Islamm) hingga para tawanan tidak menjadi cacat dan cela bagi bagi bangsa Arab. Pada masa kekholifannya, beliau berhasil mentaklukan Syam (Syiria), Irak, Persia (Iran), Mesir, Barqoh, Barat Tripolis, Azarbaijan, Nahawan dan Jarjan. Begitu juga pada masanya dibangun kota Kuffah, Basroh dan Fustat (kota Mesir kuno). Beliau adalah sosok yang sangat penyayang dengan rakyatnya dan penuh perhatian terhadap kepentingan rakyatnya. Diceritakan bahwa beliau datang menjumpai rakyatnya dengan menyamar sebagai orang biasa. Beliau ingin mendengar langsung keluhan rakyat dan memenuhi kebutuhannya. Dengan cara ini, beliau ingin mengajarkan kepada umat Islam bahwa penguasa adalah pembantu rakyat. Hidupnya didedikasikan dan curahkan untuk membantu rakyat.

Sebelum wafatnya, beliau pernah mimpi melihat seekor ayam jago mematuk tubuhnya. Mimpi itu ditakwilkan bahwa ajalnya sudah dekat. Tidak lama sesudah mimpi itu, tepatnya tahun 23 H, ketika sedang sholat subuh, Abu Lukluk al-Fairuz menikam tubuhnya dengan pisau. Abu Lukluk adalah anak al-Mughiroh bin Syu’bah, orang persia yang beragama Majusi. Lukanya cukup parah hingga hanya bertahan tiga hari. Dan setelah itu wafat sebagai seorang syahid yang berjuang di jalan Allah. Selama menahan sakit akibat tikaman pisau, beliau memilih dan merekomendasi 6 sahabat supaya kaum muslimin memilih satu diantara calon kholifah itu. Akhirnya terpilihlah Utsman sebagai pengantinya.

Beliau dimakamkan di kamar Aisyah berdampingan dengan makam Rasulullah dan Abu Bakar. Masa kekhalifahnya 10 tahun,6 bulan dan 4 hari. Umur beliau ketika wafat 63 tahun seperti umur Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat.

Diantara prestasi selama menjadi kholifah yaitu membuat pembukuan mengenai anggaran negara dan pengunaan alat-alat negara untuk dipertanggungjawabkan di depan rakyat. Hingga kemudian melahirkan undang-undang pengunaan alat negara (min aina hadha?). Dalam sejarah Islam, beliau orang pertama yang mengunakan penanggakan Hijriah, orang pertama yang digelari Amirul Mukminin, orang pertama yang berjalan kaki untuk menjenguk rakyatnya pada waktu malam, orang pertama kali yang mengadakan muktamar para penguasa dan pemimpin kaum pada musim tertentu, orang pertama kali yang mengunakan mutiara untuk perhiasan, orang pertama yang melakukan sholat tarawih dengan berjamaah, orang pertama yang menghidupkan malam-malam ramadhan, orang pertama yang melakukan sholat jenazah berjamaah dengan 4 takbir, orang pertama yang memberi hadiah untuk penghafal al-Qur’an, orang pertama yang menjadikan khilafah sebagai lembaga musyawarah. Disamping itu beliau juga menyuruh umat Islam (waktu itu) untuk melakukan sholat sunnah tarawih di bulan Ramadhan secara berjama’ah dengan tujuan untuk mengeratkan ukhuwah dan menjaga syiar agama.

Diantara nasehat dan petuahnya;

“Suatu perkara akan menjadi baik jika memenuhi tiga hal; melaksanakan amanah, memberi contoh dan menghukumi dengan hukum Allah.”

“Harta menjadi barokah dan bermakna jika memenuhi tiga hal; diperolehnya dengan cara yang hak, diberikan dengan cara yang hak dan tidak tercampuri barang batil (haram/bukan haknya).”

“Wahai Ahnaf, barangsiapa banyak tertawa, wibawanya berkurang dan barangsiapa suka bergurau, maka akan diremehkan, barangsiapa memperbanyak sesuatu maka akan dikenal dengan barang itu, siapa banyak bicara banyak salahnya, siapa banyak salahnya sedikit rasa malunya, siapa sedikit rasa malunya maka sedikit pula wara’nya (sikap hati2 dalam menjaga yang haram) dan siapa yang sedikit wara’nya, maka hatinya mati.”

Mengenai wasiatnya. Hayyawah bin Syarih berkata bahwa pada waktu mengutus tentara ke medan perang beliau berkata, “Hendaklah kalian tetap menjaga takwa kepada Allah.” Bismillah dan atas pertolongan Allah. Tanda-tangani perjanjian ini dengan memohon pertolongan Allah dan kemenangan. Dan selalu berlaku benar dan sabar. Perangilah orang kafir dan jangan kalian melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang melampui batas. Kemudian jangan kalian lari ketika bertemu musuh dan jangan berprilaku buruk, berlebih-lebihan dalam bersikap, banyak ngobrol ketika berperang. Jangan bunuh wanita, orang tua, anak kecil…”

Diantara doa yang biasa beliau lakukan adalah;

“Allahumma tawaffani ma’al abror, wala tukholifni fil asror, wa qini ‘azabannar, wa alhiqni bil abror”

Beliau wafat setelah terkena tikaman pada pagi hari Rabu, Dzulhijjah 23 Hijriah. waktu itu berumur 63 tahun seperti umurnya Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat. Masa kekhalifahannya 10 tahun, 5 bulan dan 21 hari.

Selama hidupnya, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 527 hadits, diantara riwayat haditsnya; suatu ketika Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya amalan (perbuatan) itu bergantung pada niatnya. Dan setiap seseorang itu mendapatkan apa yang diniatkan. Barangsiapa berhijrah karena ingin mendapatkan kenikmatan dunia atau wanita yang hendak dinikahi maka hijrahnya itu tidak diniatkan untuk Allah tapi untuk kenikmatan dunia dan wanita.”

3. Utsman bin Affan

… Maka niscaya Allah akan cukupkan bagi kalian…(QS.Al-Baqoroh;138)

Dilahirkan di Mekkah, 5 tahun setelah kelahiran Rasulullah atau 5 tahun setelah terjadi peristiwa gajah (peristiwa penyerbuan gajah terhadap Ka’bah yang dipimpin oleh Raja Abraha). Peristiwa ini diabadikan dalam salah satu surah al-Qur’an yang dikenal dengan surah al-Feil (gajah).

Nama lengapnya “Ustman bin Affan bin Abu al-‘Ashi bin Ummayah bin Abdussyam bin Abdul Manaf. Nama panggilannya Abu Abdullah dan gelarnya Dzunnurrain (yang punya dua cahaya). Sebab digelari Dzunnurain karena Rasulullah menikahkan dua putrinya untukny; Roqqoyah dan Ummu Kultsum. Ketika Ummu Kultsum wafat, Rasulullah berkata; “ Sekiranya kami punya anak perempuan yang ketiga, niscaya aku nikahkan denganmu.” Dari pernikahannya dengan Roqoyyah lahirlah anak laki-laki. Tapi tidak sampai besar anaknya meninggal ketika berumur 6 tahun pada tahun 4 Hijriah. Beliau wafat pada tahun 35 Hijriah berumur 82 tahun. Menjabat sebagai khalifah ketiga selama 12 tahun.

Menikahi 8 wanita, empat diantaranya meninggal yaitu Fakhosyah, Ummul Banin, Ramlah dan Nailah. Dari perkawinannya lahirlah 9 anak laki-laki; Abdullah al-Akbar, Abdullah al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, al-Walid, Sa’id dan Abdul Muluk. Dan 8 anak perempuan.

Selama menjabat sebagai kholifah banyak wilayah yang ditaklukan yaitu Afrika, Ciprus, Thabarstan, Khurosan, Armania, Qauqaz, Karman dan Sajastan. Masa kekhalifahannnya merupakan masa yang paling makmur dan sejahtera. Konon ceritanya sampai rakyatnya haji berkali-kali. Bahkan seorang budak dijual sesuai berdasarkan berat timbangannya.

Beliau adalah kholifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Bagitu juga membangun armada pasukan laut (merine) untuk umat Islam, mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya, membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara. Hal ini belum pernah dilakukan oleh kholifah sebelumnya. Abu Bakar dan Umar bin Khotob biasanya mengadili suatu perkara di masjid.

Pada masanya, khutbah Idul fitri dan adha didahulukan sebelum sholat. Begitu juga adhan pertama pada sholat Jum’at. Beliau memerintahkan umat Islam pada waktu itu untuk menghidupkan kembali tanah-tanah yang kosong untuk kepentingan pertanian.

Beliau adalah sosok laki-laki yang tampan dan gagah. Kulitnya berwarna agak hitam, botak,berjenggot tegal dan pergelanggan tanggannya besar. Pribadinya sangat pemalu hingga suatu ketika baju Rasulullah tersingkap hingga kelihatan pahanya. Kemudian Abu Bakar dan Umar masuk rumahnya. Pada waktu Utsman hendak minta izin masuk, Rasulullah menutup pahanya yang terbuka. Utsman berkata; “Ingat, aku betul-betul malu dengan seorang yang malaikat sendiri merasa malu dengannya.”

Perjuangannya dalam membela Islam tidak hanya dengan hartanya saja. Tapi juga raga dan nyawanya. Beliau sangat senang mengeluarkan hartanya demi kepentingan Islam. Hingga pernah mengirimkan setengah pasukan ke medan perang dengan hartanya. Pernah mendermakan 300 unta dan 50 kuda tunggangan. Begitu juga mendermakan 1000 dinar yang diserahkan langsung kepada Rasulullah. Rasulullah pun berkata; “Apa yang diperbuat pada hari ini, Utsman tidak akan merugi (di akherat)”(HR.Tirmidhi). pada waktu orang-orang membutuhkan air untuk keperluan dirinya dan hewan ternaknya, Utsman membeli sumber mata air dari Raimah, seorang yahudi, untuk diwakafkan kepada umum. Mengenai kedermawannya, Abu Hurairah berkata; “Utsman bin Affan sudah membeli surga dari Rasulullah dua kali; pertama ketika mendermakan hartanya untuk mengirimkan pasukan ke medan perang. Kedua ketika membeli sumber air (dari Raimah)”(HR.Tirmidhi).

Beliau termasuk 10 orang yang dikabarkan akan masuk surga. Dalam menjalani hidupnya, beliau sangat takut dengan azab dan siksa Allah. Hingga suatu ketika berkata; “Sekiranya diriku berada di antara surga dan neraka dan saya tidak tahu mana diantara dua itu saya aka masuk, niscaya saya akan pilih menjadi abu sebelum aku tahu ke mana saya dimasukkan.” Rasulullah pernah mengkabarkan bahwa dirinya termasuk ahli surga karena sabar dan tawakal menghadapi cobaan dan derita dari Allah. Begitu fitnah yang menimpa dirinya hingga akhirnya terbunuh secara kejam dan dholim.

Pada waktu perang Uhud, beliau berdiri bersama Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Tiba-tiba gunung itu bergetar, kemudian Rasulullah berkata; “Mohon jangan lari, tetap berada di Uhud. Jangan takut, kamu bersama nabi, Abu Bakar dan dua orang saksi”(HR.Bukhori).

Pada masa kekhalifahanya, Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam, mengumpulkan massa untuk melakukan protes terhadap Utsman. Mereka menuntut Utsman agar tidak menunjuk orang-orang yang duduk di pemerintahannya dari keluarga Utsman. Utsman bukanlah kholifah yang rakus akan harta benda dan kekuasaan. Ijtihad Utsman dalam menentukan orang-orang yang menjabat di pemerintahnya didasarkan pada kompetensi dan kecakapan. Mereka yang dipilih adalah orang-orang yang ahli di bidangnya. Lebih dari itu mereka adalah orang-orang yang takwa. Dalam peristiwa ini, Utsman dibunuh ketika sedang membaca al-Qur’an di rumahnya pada waktu pagi hari raya Idul Adha. Beliau mati syahid pada tahun 35 Hijriah berumur 82.

Dari Abdullah bin ar-Rumy berkata, “Utsman bin Affan biasanya kalau berdiri di depan kubur menangis hingga air matanya membasai jenggotnya. Seseorang bertanya, “Kamu ingat surga dan neraka tapi kamu tidak menanggis. Kamu ingat kubur tapi kamu menanggis?” Beliau menjawab, “Saya mendengar Rasulullah bersabda “Kubur adalah rumah pertama dari rumah-rumah menuju akherat. Sekiranya orang selamat dari siksa kubur, maka setelahnya akan menjadi mudah. Jika tidak selamat maka setelahnya akan terasa berat dan susah.” Dari al-Hasan berkata, “Saya lihat Utsman tidur di masjid dengan berselimut. Tidak ada seorang pun di sekitarnya. Padahal beliau adalah seorang amirul-mukminin”(al-Hilyah;1/60).

Inilah sejarah kali pertama darah mengalir bercucuran dari tubuhnya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah; “Maka niscaya Allah akan cukupkan bagi kalian…(QS.Al-Baqoroh;138). Beliau dimakamkan di kuburan Baqi’ (kuburan yang berada samping masjid Nabawi) setelah melarang untuk ikut mengantar jenazah bagi orang-orang yang melakukan protes.

4. Ali bin Abi Tholib

… Berbicaralah dengan manusia dengan bahasa yang mudah dipahami (Ali ra).

Dilahirkan di Mekkah 32 tahun sejak kelahiran Rasulullah dan 10 tahun sebelum kenabian Muhammad bin Abdullah (Rasulullah). Nama lengkapnya Ali bin Abu Tholib bin Abdul Mutholib bin Hasyim al-Qursy al-Hasyimy. Satu kakek dengan Rasulullah, yaitu kakek pertama; Abdul Mutholin. Nama panggilannya Abul Hasan, kemudian Rasulullah memberikan nama panggilan lain, yaitu Abu Turob. Ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdul Manaf al-Qursyiah al-Hasyimiah.

Mengenai pribadinya, wajahnya tampan, beliau berkulit sawo matang, kepalanya botak kecuali bagian belakang, matanya lebar dan hitam, pundaknya lebar (kuat), tangan dan lengannya kuat, badanya besar hampir-hampir gemuk dan tubuhnya tidak tinggi dan tidak pendek (sedang). Beliau adalah sosok laki-laki ceria dan banyak tertawa.

Pada tahun 2 Hijriah, Rasulullah menikahkan dengan putrinya, Fatimah. Beliau belum pernah menikah ketika menikahi Fatimah hingga wafatnya Fatimah. Fatimah wafat 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah. Selama hidupnya beliau menikahi 9 wanita dengan 29 anak; 14 laki-laki dan 15 perempuan. Diantara putra beliau yang terkenal adalah Hasan, Husain, Muhammad bin al-Hanifah, Abbas dan Umar.

Pada masa jahiliyah(zaman sebelum kedatangan Islam), beliau belum pernah melakukan kemusyrikan dan perbuatan yang dilarang oleh Islam. Dalam sejarah kemunculan Islam, beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari anak-anak. Umurnya waktu itu 10 tahun. Pada waktu terjadi peristiwa hijrah umurnya 23 tahun dan ikut berhijrah bersama Rasulullah.

Setelah wafatnya Utsman akibat serangan yang dilakukan oleh pembrontak, beliau menjadi kholifah yang keempat pada tahun 35 Hijriah. Selama 4 tahun, 8 bulan dan 22 hari beliau memangku jabatan sebagai kholifah.

Beliau wafat pada tahun 40 Hijriah, tanggal 17 ramadhan, ketika hendak sholat subuh, di Kuffah (Iraq) setelah dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam (pengikut Khawarij). Umurnya ketika itu 63 tahun. Beliau wafat sebagai seorang syahid dan termasuk 10 orang yang dikabarkan akan masuk surga sebagaimana disabdakan Rasulullah. Mengenai tempat dikuburkannya para sejarawan berbeda pendapat. Ada yang mengatakan dikubur di Kuffah. Pendapat lain dikuburkan di Madinah. Ada juga yang mengatakan bukan pada keduanya.

Betapa besar pengorbanan beliau dalam membela Islam. Ketika orang-orang musyrik bersepakat hendak membunuh Rasulullah, beliau menempati tempat tidur Rasulullah di rumahnya. Malam itu Rasulullah berhijrah.

Sebelum Rasulullah wafat, Rasulullah mengikat persaudaraan antara Ali dan Sahal bin Hanif. Semua peperangan pada masa Rasulullah kecuali perang Tabuk, beliau tidak ikut. Waktu itu beliau diperintahkan Rasulullah untuk mengurusi dan memimpin kota Madinah. Kemudian orang-orang munafik menyebarkan fitnah atas pribadinya. Beliau pun akhirnya datang kepada Rasulullah melaporkan fitnah orang munafik terhadapnya. “Wahai Rasulullah, Kamu suruh aku memimpin bagi para wanita dan anak-anak?” tanya Ali.

Rasulullah menjawab; “ Tidakkah kamu ridho menempati kedudukan Harun bagi kekuasaan Musa (untuk mengurusi perkara yang penting), padahal kamu tahu bahwa tidak ada nabi setelahku”(HR.Muslim).

Dalam banyak peperangan, beliaulah yang membawa bendera Rasulullah (Islam).

Pada waktu terjadi perang Khoibar, Rasulullah bersabda; “ suatu saat nanti, niscaya aku akan berikan bendera (islam) kepada seseorang yang tangganya terbuka, seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Malam itu semua sahabat bertanya-bertanya dalam hati, kepada siapa bendera itu diberikan. Paginya, mereka semua berharap menjadi orang yang diberi bendera itu. Tiba-tiba Rasulullah berkata; “Di na Ali?” seseorang menjawab; “Matanya sedang sakit.” Kemudian Rasulullah mendatanginya. Rasulullah meludahi matanya sambil berdo’a. Dengan izin Allah, sakit matanya hilang. Bendera itu pun diberikan padanya(HR.Bukhori).

Masa kekhalifannya banyak menghadapi perselisihan. Muawwiyah bin Abu Sufyan r.a. dan beberapa sahabat menentangnya kerena beliau lambat memberikan hukum qisos pembunuh Utsman. Hingga kemudian mereka enggan membaiat dan mengakui menjadi kholifah. Dari sinilah muncul perselisihan antara para sahabat. Pada tahun 36 Hijriah terjadi peristiwa al-Jamal yaitu perselisihan antara Ali dengan Aisyah. Pada tahun 37 Hijriah terjadi peristiwa Shiffin, yaitu perselisihan antara Ali dengan Muawwiyah. Pada tahun 40 Hijriah terjadi peristiwa Nahrawan, yaitu perselisihan antara Ali dengan kaum Khawarij.

Kurang lebih ada 586 hadits yang diriwayatkan beliau. Diantara riwayat hadits itu; ketika hari kiamat, Rasulullah bersabda; “Allah mengisi rumah-rumah dan kuburan manusia dengan api. Mereka sibuk hingga melupakan sholat wusto (ashar) hingga matahari terbenam (HR.Bukhori).

Diantara kata-kata dan nasehat beliau;

1. “Takwa adalah takut kepada Dzat yang Agung, melaksanakan perintahnya, ridho dengan yang sedikit, penuh persiapan untuk menghadapi perjalan panjang (kematian).”

2. “Berbicaralah dengan manusia dengan bahasa yang mudah dipahami. Apakah kalian ingin mendustakan Allah dan Rasul-Nya.“

3. Jangan Sekali-kali berbuat dholim jika kamu diberi kekuasaan, kedholiman adalah sumber kejahatan yang menyebabkan penyesalan. Boleh jadi matamu tertidur pulas, sedangkan mata orang teraniaya selalu terjaga, mendoakan kamu (dengan keburukan) sedangkan Allah tidak pernah tertidur.” (diantara syair-syairnya)

4. Sebelum wafatnya beliau berpesan; “Aku nasehatkan kalian supaya bertakwa kepada Allah, Tuhan Kalian. Dan jangan sekali-kali mati melainkan tetap dalam Islam. Firman Allah: “Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah dan jangan sekali-kali bercerai berai.” Saya pernah mendengar

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Kursus komputer online gratis

Assalamu’alaikum

alhamdulillah.. Saya masih diberikan kesempatan untuk menulis di blog ini, dan saya ucapkan terima kasih sebelumnya, karena anda berkenan menyepatkan diri,menyisihkan sedikit waktu untuk berkunjung disini,dan harapan saya adalah semoga apa yang kami sajikan disini bermanfaat.

saudaraku, hari ini siapa yang tidak mengenal komputer?

sebuah alat yang cerdas ,untuk membantu kita dalam memenuhi hajat serta kebutuhan dalam dihampir semua aspek kehidupan, Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Mengenal thoriqoh al-mutabaroh

Dalam tasawwuf seringkali
dikenal istilah Thoriqoh, yang
berarti jalan, yakni jalan untuk
mencapai Ridlo Allah. Dengan
pengertian ini bisa digambarkan,
adanya kemungkinan banyak
jalan, sehingga sebagian sufi
menyatakan, At-turuk biadadi
anfasil mahluk, yang artinya jalan
menuju Allah itu sebanyak
nafasnya mahluk, aneka ragam
dan bermacam macam. Kendati
demikian orang yang hendak
menempuh jalan itu haruslah
berhati hati, karena dinyatakan
pula, Faminha Mardudah
waminha maqbulah, yang artinya
dari sekian banyak jalan itu, ada
yang sah dan ada yang tidak sah,
ada yang diterima dan ada yang
tidak diterima. Yang dalam istilah
ahli Thoriqoh lazim dikenal
dengan ungkapan, Mu’tabaroh.
Wa ghoiru Mu’tabaroh.
KH. Dzikron Abdullah (pengasuh
pondok…../dari daerah ….)
menjelaskan, awalnya Thoriqoh
itu dari Nabi yang menerima
wahyu dari Allah, melalui
malaikat Jibril. Jadi, semua
Thoriqoh yang Mu’tabaroh itu,
sanad(silsilah)-nya muttashil
(bersambung) sampai kepada
Nabi. Kalau suatu Thoriqoh
sanadnya tidak muttashil sampai
kepada Nabi bisa disebut
Thoriqoh ghoiru mu’tabaroh.
Barometer lain untuk
menentukan ke-mu’tabaroh-an
suatu Thoriqoh adalah
pelaksanaan syari’at. Dalam
semua Thoriqoh Mu’tabaroh
syariat dilaksanakan secara
benar dan ketat.
Diantara Thoriqoh Mu’tabaroh
itu adalah :
Thoriqoh Syathariyah pertama
kali digagas oleh Abdullah
Syathar (w.1429 M). Thoriqoh
Syathariyah berkembang luas ke
Tanah Suci (Mekah dan Medinah)
dibawa oleh Syekh Ahmad Al-
Qusyasi (w.1661/1082) dan
Syekh Ibrahim al-Kurani
(w.1689/1101). Dan dua ulama
ini diteruskan oleh Syekh ‘Abd al-
Rauf al-Sinkili ke Nusantara,
kemudian dikembangkan oleh
muridnya Syekh Burhan al-Din ke
Minangkabau. Thoriqoh
Syathariyah sesudah Syekh
Burhan al-Din, berkembang pada
4 (empat) kelompok, yaitu;
Pertama silsilah yang diterima
dari Imam Maulana. Kedua,
silsilah yang dibuat oleh Tuan
Kuning Syahril Lutan Tanjung
Medan Ulakan. Ketiga, silsilah
yang diterima oleh Tuanku Ali
Bakri di Sikabu Ulakan. Keempat;
silsilah oleh Tuanku Kuning Zubir
yang ditulis dalam Kitabnya yang
berjudul Syifa’ al-Qulub. Thoriqoh
ini berkembang di Minangkabau
dan sekitarnya. Untuk
mendukung ke1embagaan
Thoriqoh, kaum Syathariyah
membuat lembaga formal berupa
organisasi sosial keagamaan
Jamaah Syathariyah Sumatera
Barat, dengan cabang dan
ranting-ranting di seluruh alam
Minangkabau, bahkan di
propinsi-tetangga Riau dan
jambi. Bukti kuat dan kokohnya
kelembagaan Thoriqoh
Syathariyah dapat ditemukan
wujudnya pada kegiatan ziarah
bersama ke makam Syekh
Burhan al-Din Ulakan.
Sementara Thoriqoh
Naqsyabandiyah masuk ke
Nusantara dan Minangkabau
pada tahun 1850. Thoriqoh
Naqsyabandiyah sudah masuk ke
Minangkabau sejak abad ke 17,
pintu masuknya melalui daerah
Pesisir Pariaman, kemudian terus
ke Agam dan Limapuluh kota.
Thoriqoh Naqsyabandiyah
diperkenalkan ke wilayah ini
pada paruh pertama abad
ketujuh belas oleh Jamal al-Din,
seorang Minangkabau yang
mula-mula belajar di Pasai
sebelum dia melanjukan ke Bayt
al-Faqih, Aden, Haramain, Mesir
dan India. Naqsyabandiyah
merupakan salah satu Thoriqoh
sufi yang paling luas
penyebarannya, dan terdapat
banyak di wilayah Asia Muslim
serta Turki, Bosnia-Herzegovina,
dan wilayah Volga Ural. Bermula
di Bukhara pada akhir abad
ke-14, Naqsyabandiyah mulai
menyebar ke daerah-daerah
tetangga dunia Muslim dalam
waktu seratus tahun.
Perluasannya mendapat
dorongan baru dengan
munculnya cabang Mujaddidiyah,
dinamai menurut nama Syekh
Ahmad Sirhindi Mujaddidi Alfi
Tsani (Pembaru Milenium kedua,
w. 1624). Pada akhir abad ke-18,
nama ini hampir sinonim dengan
Thoriqoh tersebut di seluruh Asia
Selatan, wilayah Utsmaniyah, dan
sebagian besar Asia Tengah. Ciri
yang menonjol dari Thoriqoh
Naqsyabandiyah adalah
diikutinya syari’at secara ketat,
keseriusan dalam beribadah
menyebabkan penolakan
terhadap musik dan tari, serta
lebih mengutamakan berdzikir
dalam hati (Sirri). Penyebaran
Thoriqoh Naqsyabandiyah
Khalidiyah ditunjang oleh ulama
ulama Minangkabau yang
menuntut ilmu di Mekah dan
Medinah, mereka mendapat
bai’ah dari Syekh Jabal Qubays di
Mekah dan Syekh Muhammad
Ridwan di Medinah. Misalnya,
Syekh Abdurrahman di Batu
Hampar Payakumbuh (w. 1899
M), Syekh Ibrahim Kumpulan
Lubuk Sikaping, Syekh Khatib Ali
Padang (w. 1936), dan Syekh
Muhammad Sai’d Bonjol. Mereka
adalah ulama besar dan
berpengaruh pada zamannya
serta mempunyai anak murid
mencapai ratusan ribu, yang
kemudian turut menyebarkan
Thoriqoh ini ke daerah asal
masing masing Di Jawa Tengah
Thoriqoh Naqsabandiyah
Kholidiyyah disebarkan oleh KH.
Abdul Hadi Girikusumo Mranggen
yang kemudian menyebar ke
Popongan Klaten, KH. Arwani
Amin Kudus, KH. Abdullah Salam
Kajen Margoyoso Pati, KH. Hafidh
Rembang. Dari dari tangan
mereka yang penuh berkah,
pengikut Thoriqoh ini
berkembang menjadi ratusan
ribu. Ajaran dasar Thoriqoh
Naqsyabandiyah pada umumnya
mengacu kepada empat aspek
pokok yaitu: syari’at, thariqat,
hakikat dan ma’rifat. Ajaran
Thoriqoh Naqsyabandiyah ini
pada prinsipnya adalah cara-cara
atau jalan yang harus dilakukan
oleh seseorang yang ingin
merasakan nikmatnya dekat
dengan Allah. Ajaran yang
nampak ke permukaan dan
memiliki tata aturan adalah
khalwat atau suluk. Khalwat ialah
mengasingkan diri dari
keramaian atau ke tempat yang
terpencil, guna melakukan zikir
dibawah bimbingan seorang
Syekh atau khalifahnya, selama
waktu 10 hari atau 20 hari dan
sempurnanya adalah 40 hari.
Tata cara khalwat ditentukan
oleh syekh antara lain; tidak
boleh makan daging, ini berlaku
setelah melewati masa suluk 20
hari. Begitu juga dilarang bergaul
dengan suami atau istri; makan
dan minumnya diatur
sedemikian rupa, kalau mungkin
sesedikit mungkin. Waktu dan
semua pikirannya sepenuhnya
diarahkan untuk berpikir yang
telah ditentukan oleh syekh atau
khalifah..
Thariqat Ahmadiyah didirikan
oleh Ahmad ibn ‘Aly (al-
Husainy al-Badawy). Diantara
nama-nama gelaran yang telah
diberikan kepada beliau ialah
Syihabuddin, al-Aqthab, Abu al-
Fityah, Syaikh al-‘Arab dan al-
Quthab an-Nabawy. Malah, asy-
Syaikh Ahmad al-Badawy telah
diberikan nama gelar (laqab)
yang banyak, sampai dua puluh
sembilan nama. Al-Ghautha al-
Kabir, al-Quthab al-Syahir,
Shahibul-Barakat wal-Karamat,
asy-Syaikh Ahmad al-Badawy
adalah seorang lelaki keturunan
Rasulullah SallAllahu ‘alaihi wa
sallam, melalui Sayidina al-Husain.
Sholawat Badawiyah sughro dan
Kubro, adalah sholawat yang
amat dikenal masarakat
Indonesia, dinisbatkan kepada
waliyullah Sayid Ahmad Badawi
ini, akan tetapi Tarekat
badawiyah sendiri tidak
berkembang secara luas di
indonesia khususnya di Jawa
Abul Hasan Ali asy-Sadzili,
merupakan tokoh Thoriqoh
Sadziliyah yang tidak
meninggalkan karya tulis di
bidang tasawuf, begitu juga
muridnya, Abul Abbas al-Mursi,
kecuali hanya ajaran lisan
tasawuf, Doa, dan hizib. Ketika
ditanya akan hal itu, ia
menegaskan :”karyaku adalah
murid muridku”, Asadzili
mempunyai murid yang amat
banyak dan kebanyakan mereka
adalah ulama ulama masyhur
pada zamannya, dan bahkan
dikenal dan dibaca karya tulisnya
hingga hari ini. Ibn Atha’illah as-
Sukandari adalah orang yang
pertama menghimpun ajaran-
ajaran, pesan-pesan, doa dan
biografi keduanya, sehingga
kasanah Thoriqoh Sadziliyah
tetap terpelihara. Ibn Atha’illah
juga orang yang pertama kali
menyusun karya paripurna
tentang aturan-aturan Thoriqoh
Sadziliah, pokok-pokoknya,
prinsip-prinsipnya, yang menjadi
rujukan bagi angkatan-angkatan
setelahnya. Sebagai ajaran,
Thoriqoh ini dipengaruhi oleh al-
Ghazali dan al-Makki. Salah satu
perkataan as-Sadzili kepada
murid-muridnya: “Jika kalian
mengajukan suatu
permohonanan kepada Allah,
maka sampaikanlah lewat Abu
Hamid al-Ghazali”. Perkataan
yang lainnya: “Kitab Ihya’ Ulum
ad-Din, karya al-Ghozali, mewarisi
anda ilmu. Sementara Qut al-
Qulub, karya al-Makki, mewarisi
anda cahaya.” Selain kedua kitab
tersebut, al-Muhasibi, Khatam al-
Auliya, karya Hakim at-Tarmidzi,
Al-Mawaqif wa al-Mukhatabah
karya An-Niffari, Asy-Syifa karya
Qadhi ‘Iyad, Ar-Risalah karya al-
Qusyairi, Al-Muharrar al-Wajiz
karya Ibn Atah’illah. Thoriqoh
Sadzaliah berkembang pesat di
Jawa, tercatat Ponpes
Mangkuyudan Solo, Kyai Umar ,
Simbah Kyai Dalhar Watucongol,
Simbah Kyai Abdul malik
Kedongparo Purwokerto, KH
Muhaiminan Parakan, KH. Abdul
Jalil Tulung Agung. KH . Habib
Lutfi Bin Yahya,
Pekalongan .Simbah KH.M.Idris,
kacangan Boyolali, adalah
pemuka pemuka Sadzaliah yang
telah membaiat dan membina
ratusan ribu bahkan jutaan
murid Sadziliah.
Thoriqoh Qodiriyah dinisbahkan
kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani
(wafat 561 H/1166M) yang
bernama lengkap Muhy al-Din
Abu Muhammad Abdul Qodir ibn
Abi Shalih Zango Dost al-Jaelani.
Lahir di Jilan tahun 470 H/1077
M dan wafat di Baghdad pada
561 H/1166 M. Dalam usia 8
tahun ia sudah meninggalkan
Jilan menuju Baghdad pada
tahun 488 H/1095 M. Riwayat
hidup dan keutamaan akhlak
(Manaqib) Syech Abdul Qodir
Jaelani ini, dikenal luas oleh
masarakat Indonesia khususnya
di Jawa Tengah dan Jawa Timur,
dan dibaca dalam acara-acara
tertentu guna tabarruk dan
tawassul kepada Syekh Abdul
Qodir. Thoriqoh Qodiriyah terus
berkembang dan berpusat di
Iraq dan Syria yang diikuti oleh
jutaan umat yang tersebar di
Yaman, Turki, Mesir, India, Afrika
dan Asia. Namun meski sudah
berkembang sejak abad ke-13,
Thoriqoh ini baru terkenal di
dunia pada abad ke 15 M. Di
India misalnya baru berkembang
setelah Muhammad Ghawsh (w
1517 M) juga mengaku
keturunan Syekh Abdul Qodir
Jaelani. Di Turki oleh Ismail Rumi
(w 1041 H/1631 M) yang diberi
gelar (mursyid kedua).
Sedangkan di Makkah, Thoriqoh
Qodiriyah sudah berdiri sejak
1180 H/1669 M. Thoriqoh
Qodiriyah ini dikenal luwes. Yaitu
bila murid sudah mencapai
derajat syekh, maka murid tidak
mempunyai suatu keharusan
untuk terus mengikuti Thoriqoh
gurunya. Bahkan dia berhak
melakukan modifikasi Thoriqoh
yang lain ke dalam Thoriqohnya.
Hal itu seperti tampak pada
ungkapan Syekh Abdul Qadir
Jaelani sendiri,”Bahwa murid
yang sudah mencapai derajat
gurunya, maka dia jadi mandiri
sebagai syekh dan Allah-lah yang
menjadi walinya untuk
seterusnya.” Seperti halnya
Thoriqoh di Timur Tengah.
Sejarah Thoriqoh Qodiriyah di
Indonesia juga berasal dari
Makkah al-Mukarromah.
Thoriqoh Qodiriyah menyebar ke
Indonesia pada abad ke-16,
khususnya di seluruh Jawa,
seperti di Pesantren
Pegentongan Bogor Jawa Barat,
Suryalaya Tasikmalaya Jawa
Barat, Mranggen Jawa Tengah,
Rejoso Jombang Jawa Timur dan
Pesantren Tebuireng Jombang
Jawa Timur. Syekh Abdul Karim
dari Banten adalah murid
kesayangan Syekh Khatib Sambas
yang bermukim di Makkah,
merupakan ulama paling berjasa
dalam penyebaran Thoriqoh
Qodiriyah. Murid-murid Syekh
Sambas yang berasal dari Jawa
dan Madura, setelah pulang ke
Indonesia menjadi penyebar
Thoriqoh Qodiriyah tersebut.
Di Jawa Tengah Thoriqoh
Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah
muncul dan berkembang antara
lain dari Mbah Ibrahim
Brumbung Mranggen diturunkan
kepada antara lain KH. Muslih
pendiri Ponpes
Futuhiyyah ,Mranggen. Dari Kyai
Muslih ini lahir murid-murid
Thoriqoh yang banyak. Dan dari
tangan mereka berkembang
menjadi ratusan ribu pengikut.
Demikian pula halnya Simbah
Kyai Siradj Solo yang
mengembangkan Thoriqoh ini ke
berbagai tempat melalui anak
muridnya yang tersebar ke
pelosok Jawa Tengah hingga
mencapai puluhan ribu pengikut.
Sementara di Jawa Timur,
Thoriqoh ini dikembangkan oleh
KH. Musta’in Romli Rejoso
Jombang dan Simbah Kyai
Utsman yang kemudian
dilanjutnya putra-putranya
diantaranya KH. Asrori yang juga
mempunyai murid ratusan ribu.
Di Jawa Barat tepatnya di Ponpes
Suryalaya Tasikmalaya juga turut
andil membesarkan Thoriqoh ini
sejak mulai zaman Abah Sepuh
hingga Abah Anom dan murid-
muridnya yang tersebar di
berbagai penjuru Jawa Barat.
Thoriqoh Alawiyyah berbeda
dengan Thoriqoh sufi lain pada
umumnya. Perbedaan itu,
misalnya, terletak dari praktiknya
yang tidak menekankan segi-segi
riyadlah (olah ruhani) yang berat,
melainkan lebih menekankan
pada amal, akhlak, dan beberapa
wirid serta dzikir ringan.
Sehingga wirid dan dzikir ini
dapat dengan mudah
dipraktikkan oleh siapa saja
meski tanpa dibimbing oleh
seorang mursyid. Ada dua wirid
yang diajarkannya, yakni Wirid
Al-Lathif dan Ratib Al-
Haddad.serta beberapa ratib
lainnya seperti Ratib Al Attas dan
Alaydrus juga dapat dikatakan,
bahwa Thoriqoh ini merupakan
jalan tengah antara Thoriqoh
Syadziliyah (yang menekankan
olah hati) dan batiniah) dan
Thoriqoh Al-Ghazaliyah (yang
menekankan olah fisik). Thoriqoh
ini berasal dari Hadhramaut,
Yaman Selatan dan tersebar
hingga ke berbagai negara,
seperti Afrika, India, dan Asia
Tenggara (termasuk Indonesia).
Thoriqoh ini didirikan oleh Imam
Ahmad bin Isa al-
Muhajir–lengkapnya Imam
Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad
al-Muhajir—seorang tokoh sufi
terkemuka asal Hadhramat. Al
Imam Faqihil Muqaddam
Muhammad bin Ali Baalwi, juga
merupakan tokoh kunci
Thoriqoh ini. Dalam
perkembangannya kemudian,
Thoriqoh Alawiyyah dikenal juga
dengan Thoriqoh Haddadiyah,
yang dinisbatkan kepada Habib
Abdullah al-Haddad, Attasiyah
yang dinisbatkan kepada Habib
Umar bin Abdulrahman Al Attas,
serta Idrusiyah yang dinisbatkan
kepada Habib Abdullah bin Abi
Bakar Alaydrus, selaku generasi
penerusnya. Sementara nama
‘Alawiyyin berasal dari Imam
Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad
al-Muhajir. Thoriqoh Alawiyyah,
secara umum, adalah Thoriqoh
yang dikaitkan dengan kaum
Alawiyyin atau lebih dikenal
sebagai saadah atau kaum sayyid
keturunan Nabi Muhammad
SAW–yang merupakan lapisan
paling atas dalam strata
masyarakat Hadhrami. Karena itu,
pada masa-masa awal Thoriqoh
ini didirikan, pengikut Thoriqoh
Alawiyyah kebanyakan dari kaum
sayyid di Hadhramaut, atau Ba
Alawi.Thoriqoh ini dikenal pula
sebagai Toriqotul abak wal
ajdad, karena mata rantai
silisilahnya turun temurun dari
kakek,ayah, ke anak anak
mereka, dan setelah itu diikuti
oleh berbagai lapisan masyarakat
muslim lain dari non-Hadhrami.
Di Purworejo dan sekitarnya
Thoriqoh ini berkembang pesat,
diikuti bukan hanya oleh para
saadah melainkan juga
masarakat non saadah , Sayid
Dahlan Baabud, tercatat sebagai
pengembang Thoriqoh ini, yang
sekarang dilanjutkan oleh anak
cucunya.
Umumnya, nama sebuah
Thoriqoh diambil dari nama sang
pendiri Thoriqoh bersangkutan,
seperti Qadiriyah dari Syekh
Abdul Qadir Al-Jailani atau
Naqsyabandiyah dari Baha Uddin
Naqsyaband. Tapi Thoriqoh
Khalwatiyah justru diambil dari
kata “khalwat”, yang
artinya menyendiri untuk
merenung. Diambilnya nama ini
dikarenakan seringnya Syekh
Muhammad Al-Khalwati (w. 717
H), pendiri Thoriqoh Khalwatiyah,
melakukan khalwat di tempat-
tempat sepi. Secara
“nasabiyah”, Thoriqoh
Khalwatiyah merupakan cabang
dari Thoriqoh Az-Zahidiyah,
cabang dari Al-Abhariyah, dan
cabang dari As-Suhrawardiyah,
yang didirikan oleh Syekh
Syihabuddin Abi Hafs Umar as-
Suhrawardi al-Baghdadi
(539-632 H). Thoriqoh
Khalwatiyah berkembang secara
luas di Mesir. Ia dibawa oleh
Musthafa al-Bakri (lengkapnya
Musthafa bin Kamaluddin bin Ali
al-Bakri as-Shiddiqi), seorang
penyair sufi asal Damaskus,
Syiria. Ia mengambil Thoriqoh
tersebut dari gurunya yang
bernama Syekh Abdul Latif bin
Syekh Husamuddin al-Halabi.
Karena pesatnya perkembangan
Thoriqoh ini di Mesir, tak heran
jika Musthafa al-Bakri dianggap
sebagai pemikir Khalwatiyah oleh
para pengikutnya. Karena selain
aktif menyebarkan ajaran
Khalwatiyah ia juga banyak
melahirkan karya sastra sufistik.
Diantara karyanya yang paling
terkenal adalah Tasliyat Al-Ahzan
(Pelipur Duka).
Thoriqoh Syattariyah adalah
aliran Thoriqoh yang pertama
kali muncul di India pada abad
ke 15. Thoriqoh ini dinisbahkan
kepada tokoh yang
mempopulerkan dan berjasa
mengembangkannya, Abdullah
asy-Syattar. Awalnya Thoriqoh ini
lebih dikenal di Iran dan
Transoksania (Asia Tengah)
dengan nama Isyqiyah.
Sedangkan di wilayah Turki
Usmani, Thoriqoh ini disebut
Bistamiyah. Kedua nama ini
diturunkan dari nama Abu Yazid
al-Isyqi, yang dianggap sebagai
tokoh utamanya. Akan tetapi
dalam perkembangan
selanjutnya Thoriqoh Syattariyah
tidak menganggap dirinya
sebagai cabang dari persatuan
sufi mana pun. Thoriqoh ini
dianggap sebagai suatu
Thoriqoh tersendiri yang
memiliki karakteristik-
karakteristik tersendiri dalam
keyakinan dan praktik.
Perkembangan mistik Thoriqoh
ini ditujukan untuk
mengembangkan suatu
pandangan yang
membangkitkan kesadaran akan
Allah SWT di dalam hati, tetapi
tidak harus melalui tahap fana’.
Penganut Thoriqoh Syattariyah
percaya bahwa jalan menuju
Allah itu sebanyak gerak napas
makhluk. Akan tetapi, jalan yang
paling utama menurut Thoriqoh
ini adalah jalan yang ditempuh
oleh kaum Akhyar, Abrar, dan
Syattar. Seorang salik sebelum
sampai pada tingkatan Syattar,
terlebih dahulu harus mencapai
kesempurnaan pada tingkat
Akhyar (orang-orang terpilih)
dan Abrar (orang-orang terbaik)
serta menguasai rahasia-rahasia
dzikir. Untuk itu ada sepuluh
aturan yang harus dilalui untuk
mencapai tujuan Thoriqoh ini,
yaitu taubat, zuhud, tawakkal,
qana’ah, uzlah, muraqabah,
sabar, ridla, dzikir, dan
musyahadah.
Thoriqoh Tijaniyah didirikan oleh
Abul Abbas Ahmad bin
Muhammad bin al-Mukhtar at-
Tijani (1737-1815), salah
seorang tokoh dari gerakan
“Neosufisme”. Ciri dari gerakan
ini ialah karena penolakannya
terhadap sisi eksatik dan
metafisis sufisme dan lebih
menyukai pengalaman secara
ketat ketentuan-ketentuan
syari’at dan berupaya sekuat
tenaga untuk menyatu dengan
ruh Nabi Muhammad SAW
sebagai ganti untuk menyatu
dengan Tuhan. At-Tijani
dilahirkan pada tahun
1150/1737 di ‘Ain Madi, bagian
selatan Aljazair. Sejak umur tujuh
tahun dia sudah dapat
menghafal al-Quran dan giat
mempelajari ilmu-ilmu keislaman
lain, sehingga pada usianya yang
masih muda dia sudah menjadi
guru. Dia mulai bergaul dengan
para sufi pada usia 21 tahun.
Pada tahun 1176, dia
melanjutkan belajar ke Abyad
untuk beberapa tahun. Setelah
itu, dia kembali ke tanah
kelahirannya. Pada tahun 1181,
dia meneruskan pengembaraan
intelektualnya ke Tilimsan selama
lima tahun. Di Indonesia,
Tijaniyah ditentang keras oleh
Thoriqoh-Thoriqoh lain. Gugatan
keras dari kalangan ulama
Thoriqoh itu dipicu oleh
pernyataan bahwa para pengikut
Thoriqoh Tijaniyah beserta
keturunannya sampai tujuh
generasi akan diperlakukan
secara khusus pada hari kiamat,
dan bahwa pahala yang
diperoleh dari pembacaan
Shalawat Fatih, sama dengan
membaca seluruh al-Quran
sebanyak 1000 kali. Lebih dari
itu, para pengikut Thoriqoh
Tijaniyah diminta untuk
melepaskan afiliasinya dengan
para guru Thoriqoh lain, Meski
demikian, Thoriqoh ini terus
berkembang, utamanya di
Buntet- Cirebon dan seputar
Garut (Jawa Barat), dan Jati
barang brebes, Sjekh Ali
Basalamah, dan kemudian
dilanjutkan putranya, Sjekh
Muhammad Basalamah, adalah
muqaddam Tijaniah di Jatibarang
yang pengajian rutinnya, dihadiri
oleh puluhan ribu ummat Islam
pengikut Tijaniah. Demikian pula
Madura dan ujung Timur pulau
Jawa, tercatat juga, sebagai
pusat peredarannya.
Penentangan terhadap Thoriqoh
ini, mereda setelah, Jam’iyyah
Ahlith-Thariqah An-Nahdliyyah
menetapkan keputusan,
Thoriqoh ini bukanlah Thoriqoh
sesat, karena amalan-amalannya
sesuai dan tidak bertentangan
dengan ajaran Islam. Keputusan
itu diambil setelah para ulama
ahli Thoriqoh memeriksa wirid
dan wadzifah Thoriqoh ini.
Thoriqah Sammaniyah didirikan
oleh Syekh Muhammad Samman
yang bernama asli Muhammad
bin Abd al-Karim al-Samman al-
Madani al-Qadiri al-Quraisyi dan
lebih dikenal dengan panggilan
Samman. Beliau lahir di Madinah
1132 H/1718 M dan berasal dari
keluarga suku Quraisy. Semula ia
belajar Thoriqoh Khalwatiyyah di
Damaskus, lama kelamaan ia
mulai membuka pengajian yang
berisi teknik dzikir, wirid dan
ajaran teosofi lainnya. Ia
menyusun cara pendekatan diri
dengan Allah yang akhirnya
disebut sebagai Thoriqoh
Sammaniyah. Sehingga ada yang
mengatakan bahwa Thoriqoh
Sammaniyah adalah cabang dari
Khalwatiyyah. Di Indonesia,
Thoriqoh ini berkembang di
Sumatera, Kalimantan dan Jawa.
Sammaniyah masuk ke Indonesia
pada penghujung abad 18 yang
banyak mendapatkan pengikut
karena popularitas Imam
Samman. Sehingga manaqib
Syekh Samman juga sering
dibaca berikut dzikir Ratib
Samman yang dibaca dengan
gerakan tertentu. Di Palembang
misalnya ada tiga ulama
Thoriqoh yang pernah berguru
langsung pada Syekh Samman, ia
adalah Syekh Abd Shamad, Syekh
Muhammad Muhyiddin bin Syekh
Syihabuddin dan Syekh Kemas
Muhammad bin Ahmad. Di Aceh
juga terkenal apa yang disebut
Ratib Samman yang selalu dibaca
sebagai dzikir

Tinggalkan komentar

Filed under Thoriqoh

Burung sehat dan burung cacat

Burung Sehat & Burung Cacat
Syaqiiq al-Balkhi adalah teman
Ibrahim bin Adham yang dikenal
ahli ibadah,
zuhud dan tinggi tawakalnya
kepada Allah. Hingga pernah
sampai pada tataran
enggan untuk bekerja.
Penasaran dengan keadaan
temannya, Ibrahim bin Adham
bertanya,
“Apa sebenamya yang
menyebabkan Anda bisa seperti
ini?”
Syaqiiq menjawab,
“Ketika saya sedang dalam
perjalanan di padang yang tandus,
saya melihat
seekor burung yang patah kedua
sayapnya.
Lalu saya berkata dalam hati, aku
ingin tahu, dari mana burung itu
mendapatkan rizki. Maka aku
duduk memperhatikannya dari
jarak yang dekat.
Tiba-tiba datanglah seekor
burung yang membawa makanan
di paruhnya. Burung
itu mendekatkan makanan ke
paruh burung yang patah kedua
sayapnya untuk
menyuapinya.

Maka saya berkata dalam hati,
“Dzat yang mengilhami burung
sehat untuk
menyantuni burung yang patah
kedua sayapnya di tempat yang
sepi ini pastilah
berkuasa untuk memberiku rejeki
di manapun aku berada.”
Maka sejak itu, aku putuskan
untuk berhenti bekerja dan aku
menyibukkan
diriku dengan ibadah kepada
Allah.
Mendengar penuturan Syaqiiq
tersebut Ibrahim berkata,
“Wahai Syaqiiq, mengapa kamu
serupakan dirimu dengan burung
yang cacat
itu? Mengapa
Anda tidak berusaha menjadi
burung sehat yang memberi
makan burung yang
sakit itu?
Bukankah itu lebih utama?
Bukankah Nabi bersabda,
“Tangan di atas lebih baik
daripada tangan di bawah?”
Sudah selayaknya bagi seorang
mukmin memilih derajat yang
paling tinggi
dalam segala urusannya, sehingga
dia bisa mencapai derajat orang
yang
berbakti?
Syaqiiq tersentak dengan
pernyataan Ibrahim dan ia
menyadari kekeliruannya
dalam mengambil pelajaran. Serta
merta diraihnya tangan Ibrahim
dan dia cium
tangan itu sambil berkata,
“Sungguh. Anda adalah ustadzku,
wahai Abu Ishaq
(Ibrahim).”
(Tarikh Dimasyqi, Ibnu Asakir)

Tinggalkan komentar

Filed under hikmah, ilmu agama

Sirah nabawiyah bag 1

Wahyu Pertama Hingga Isra’
Mi’raj
Aisyah r.a. -seperti yang
diriwayatkan dalah Shahih
Bukhari-berkata, awal permulaan
wahyu kepada Rasulullah saw.
adalah mimpi yang benar. Beliau
tidak melihat sesuatu mimpi,
kecuali mimpi tersebut datang
seperti cahaya subuh. Kemudian
beliau menyendiri di Gua Hira
untuk beribadah beberapa
malam sebelum kembali ke
keluarganya dan mengambil
bekal untuk kegiatannya itu
sampai beliau dikejutkan oleh
kedatangan Malaikat Jibril pada
saat berada di Gua Hira.
Malaikat Jibril mendatangi beliau
dan berkata, “Bacalah!”
Rasulullah saw. menjawab, “Saya
tidak dapat membaca.” Beliau
mengatakan, lal malaikat itu
memegang dan mendekapku
sampai aku merasa lelah.
Kemudian ia melepaskanku dan
megnatakan, “Bacalah!” Aku
menjawab, “Aku tidak dapat
membaca!’ Malaikan itu
mengulanginya untuk yang
ketiga sambil mengatakan, “Iqra’
bismi rabbikal ladzii khalaq;
bacalah, dengann menyebut
nama Rabbmu yang
menciptakan.” (Al-’Alaq: 1)
Kemudian Rasulullah saw.
pulang. Kepada isterinya,
Khadijah, beliau berkata,
“Selimuti aku, selimuti aku.” Lalu
beliau diselimuti sampai rasa
keterkejutannya hilang.
Kemudian beliau menceritakan
apa yang terjadi kepada
Khadijah. “Aku Khawatir
terhadap diriku.” Khadijah
menjawab, “Tidak. Demi Allah,
sama sekali Dia tidak akan
menghinakanmu selamanya.
Sebab, engkau orang yang
mempererat tali persaudaraan
dan memikul beban orang lain.
Engkau orang yang
menghormati tamu, membantu
orang yang susah, dan membela
orang-orang yang berdiri di atas
kebenaran.”
Kemudian Khadijah pergi
bersama Nabi saw. menemui
sepupunya, Waraqah bin Naufal.
Waraqah pernah menulis kitab
Injil berbahasa Ibrani. Khadijah
berkata, “Wahai anak pamanku,
dengarlah apa yang dikatakan
oleh anak saudarmu.” Waraqah
bertanya dan ketika Rasulullah
saw. menceritakan peristiwa
yang dialaminya, ia berkata, “Itu
adalah Namus (Jibril) yang
pernah diutus Allah swt. kepada
Nabi Musa a.s. Alangkah
bahagianya seandainya aku
masih muda perkasa. Alangkah
gembiranya seandainya aku
masih hidup tatkala kamu diusir
oleh kaummu.”
Rasulullah saw. bertanya,
“Apakah mereka akan
mengusirku?” Waraqah
menjawab, “Ya. Tidak seorang
pun yang datang membawa
seperti yang kamu bawa kecuali
akan diperangi. Seandainya kelak
aku masih hidup dan mengalami
hari yang kamu hadapi itu pasti
aku akan membantumu sekuat
tenagaku.”
Setelah itu, selama tiga tahun
lamanya Rasulullah saw.
berdakwah secara rahasia.
Hingga kemudian turun surat Al-
Hijr ayat 94 yang memerintahkan
Rasulullah saw. agar berdakwah
secara terang-terangan. “Maka
sampaikanlah olehmu secara
terang-terangan segala apa yang
diperintahkan (kepadamu) dan
berpalinglah dari orang-orang
yang musryik.”
Berdakwah secara terang-
terangan
Rasulullah saw. pun menjalankan
perintah itu. Berdakwah secara
terang-terangan selama 10
tahun. Terutama di musim-musin
haji. Beliau mendatangi orang-
orang dari rumah ke rumah.
Berdakwah di Pasar ‘Ukkadz,
Majannah, dan Dzul-Majaz. Beliau
mengajak orang banyak untuk
memeluk Islam dan menawarkan
surga sebagai imbalan. Beliau
sampaikan seluruh risalah Allah
swt. yang sampai kepadanya
ketika itu. Namun, tidak banyak
yang mau menyambut ajakannya.
Bahkan Rasulullah saw. menemui
banyak rintangan. Berbagai
macam siksaan yang menyulitkan
langkah dakwahnya datang dari
masyarakat Mekkah. Tidak sedikit
orang menuduh beliau sebagai
orang gila, tukang sihir, atau
dukun.
Hijrah ke Habasyah
Pada tahun ke-5 kenabian,
Rasulullah saw. memerintahkan
para sahabatnya hijrah ke
Habasyah (sekarang Ethiopia).
Keputusan ini diambil karena
siksaan yang dilakukan
masyarakat Quraisy terhadap
kaum muslimin ketika itu
semakin gencar. Rasulullah saw.
memilih Habasyah karena, “Di
sana terdapat seorang pemimpin
yang tidak aniaya terhadap siapa
pun yang ada di dekatnya.”
Rombongan sahabat Rasulullah
saw. yang hijrah pertama kali ini
terdiri atas 12 orang pria dan 4
orang wanita. Rasulullah saw.
menunjuk Utsman bin Affan
sebagai amir kafilah hijrah ini.
Hijrah kedua ke Habasyah
Tak lama kemudian Hamzah bin
Abdul Muthallib dan Umar bin
Khaththab masuk Islam. Kabar ini
sampai ke telinga para sahabat
yang hijrah di Habasyah. Mereka
tahu betul bahwa Hamzah dan
Umar adalah sosok yang punya
karakter, berani, dan perkasa.
Karena itu mereka yakin bahwa
dengan masuknya kedua orang
itu kaum muslimin di Mekkah
akan menjadi kuat. Karena itu,
para muhajirin itu memutuskan
untuk kembali pulang ke Mekkah.
Namun, tatkala sampai ke
Mekkah mereka mendapati tidak
seluruh kaum muslimin terbebas
dari siksaan kaum Quraisy.
Terutama mereka-mereka yang
tidak mendapatkan jaminan
keselamatan dari tokoh-tokoh
Quraisy terpandang. Ketika
siksaan dari kaum Quraisy
sampai pada titik puncak yang
tak bisa ditanggung lagi oleh
kaum muslimin yang lemah,
Rasulullah saw. mengizinkan
mereka kembali hijrah ke
Habasyah.
Hijrah yang kedua kalinya ini
dilakukan oleh 83 orang pria dan
19 orang wanita. Kaum
musyrikin Quraisy mengutus Amr
bin Al-’Ash dan ‘Ammarah bin Al-
Walid menemui Najasyi, Raja
Habasyah. Mereka membawa
berbagai hadiah. Mereka
meminta Najasyi mengekstradisi
kaum muslimin lari dari Mekkah.
Namun Najasyi menolak sebelum
mendengar langsung perkara
yang sebenarnya dari pihak
kaum muslimin.
Ja’far bin Abu Thalib r.a. tampil
menjadi juru bicara kaum
muslimin. Ia menjelaskan
keadaan mereka ketika di masa
jahiliyah dan bagaimana mereka
berubah ketika menerima Islam
yang dibawa Nabi Muhammad
saw. Hidayah itu telah mengubah
diri mereka menjadi pribadi yang
berakhlak mulia. Ja’far juga
memperdengarkan beberapa
ayat Al-Qur’an kepada Raja
Najasyi, yaitu awal surat Maryam.
Ayat itu berisi padangan Islam
tentang Isa bin Maryam a.s. Isa
adalah seorang hamba Allah dan
Rasul-Nya. Mendengar
keterangan itu, Najasyi
memutuskan mengembalikan
semua hadiah kaum musyrikin
Quraisy dan memuliakan kaum
muslimin sebagai tamu di
negerinya.
Berbagai jenis siksaan yang
menimpa Rasulullah saw. dan
sahabatnya
Ada dua alasan mengapa kaum
Quraisy tidak mau menerima
dakwah Rasulullah saw. padahal
mereka tahu betul akan
kepribadian Rasulullah saw. yang
tidak pernah berdusta. Bahkan
mereka sendiri menggelari
Rasulullah saw. dengan sebutan
Al-Amin (orang yang terpercaya).
Alasan pertama, ritual
penyembahan mereka kepada
berhala adalah tradisi yang
diwariskan dari generasi ke
generasi. Karena itu, Islam
dipandang sebagai ajaran yang
mengancam tradisi leluhur yang
harus mereka pertahankan.
Alasan kedua, kaum Quraisy
secara turun temurun punya
kedudukan tinggi di masyarakat
Mekkah. Mereka mengurus
jamaah haji, memegang kunci
Ka’bah, dan menguasai sumur
Zamzam. Kedatangan Islam akan
menggeser hak istimewa mereka
itu. Karena itu, mereka menolak
dakwah Rasulullah saw.
Mereka berusaha menghentikan
dakwah Rasulullah saw. Mereka
menawarkan tiga hal -harta,
tahta, dan wanita-kepada
Rasulullah saw. agar berhenti
mendakwahkan Islam. Rasulullah
saw. menolak. Bahkan Rasulullah
saw. menawarkan, “Ucapkanlah
laa ilaaha illallah, niscaya kalian
akan mengusai bangsa Arab.”
Cara “halus” tak berhasil. Mereka
menebar teror dengan siksaan
terhadap Nabi dan kaum
muslimin. Jika terhadap muslim
yang memiliki kedudukan dan
kehormatan dalam masyarakat,
musyrikin Quraisy hanya
menebar ancaman. Abu Jahal
mengintimidasi seorang muslim
golongan ini, “Engkau tinggalkan
agama nenek moyangmu,
padahal mereka lebih baik
darimu. Kami akan rendahkan
angan-anganmu. Kami akan
lecehkan kehormatanmu. Akan
kami rusak usahamu dan kami
hancurkan hartamu.”
Terhadap kaum muslimin dari
golongan lemah -apakah lemah
secara ekonomi (fakir miskin
atau lemah secara status sosial
(budak)-musyrikin Quraisy tidak
segan-segan menyiksa mereka.
Bani Makhzum menyiksa
keluarga Yasir. Yasin dan istrinya,
Sumayyah, syahid dalam siksaan
tersebut. Ammar bin Yasir
memelas kepada Rasulullah saw.,
“Wahai Rasul, siksaan kepada
kami telah mencapai puncaknya.”
Rasulullah saw. menghibur
Ammar, “Bersabarlah, wahai Abul
Yaqdzan. Bersabarlah, wahai
keluarga Yasir. Balasan untuk
kalian adalah surga.”
Kaum musyrikin juga menyeret
Bilal bin Rabah ke tengah padang
pasir di tengah hari. Mereka
melempari tubuh telanjang Bilal
dengan batu-batu yang
terpanggang panas matahari.
Kemudian menindih dada Bilal
dengan batu besar. Mereka
memerintahkan Bilal menyebut
nama tuhan-tuhan mereka. Tapi
Bilal menolak. Ia mengucap,
“Ahad, Ahad….”
Bani Hasyim diboikot, Abu
Thalib dan Khadijah wafat
Kaum musyrikin Quraisy
mengirim utusan kepada Abu
Thalib, paman Nabi, membawa
penawaran: jika keponakannya
menginginkan kerajaan, mereka
siap mengangkatnya menjadi
raja; jika menginginkan harta,
mereka siap mengumpulkan
harta sehingga tidak ada yang
terkaya kecuali Nabi; jika Nabi
terkena gangguan jin, mereka
siap mencarikan obat untuk
menyembuhkanya; asal Nabi
berhenti mendakwahkan Islam.
Rasulullah saw. menolak tawaran
itu. Kepada Abu Thalib, beliau
berkata, “Demi Allah, jika mereka
meletakkan matahai di tangan
kananku dan bulan di tangan
kiriku, aku tidak akan
meninggalkan (dakwah) ini,
sampai Allah memenangkannya
atau aku hancur karenanya.”
Mendengar jawaban itu, Abu
Thalib berkata, “Teruskanlah
urusanmu. Demi Allah, aku tidak
akan menyerahkanmu
selamanya.” Kemudian Abu
Thalib mengumpulkan keluarga
dekatnya untuk membela
Rasulullah saw. Bani Hasyim dan
Bani Muthallib datang, kecuali
Abu Lahab.
Sementara Bani Hasyim dan Bani
Muthallib -baik yang sudah
beriman maupun yang masih
musyrik– berkumpul untuk
membela Rasulullah saw., kaum
musyrikin juga berkumpul.
Mereka sepakat untuk tidak
melakukan jual-beli dan tidak
memasuki rumah-rumah Bani
Hasyim dan Bani Muthallib
sebelum Rasulullah saw.
diserahkan kepada mereka
untuk dibunuh. Kesepakatan ini
ditulis di sebuah spanduk dan di
simpan di dalam Ka’bah.
Atas boikot tersebut, Abu Thalib
memerintahkan kerabatnya
untuk masuk ke dalam Syi’ib
(lembah) dan berdiam di sama.
Itulah awal tiga tahun masa
boikot yang penuh derita dan
guncangan.
Ternyata masih ada nurani di
beberapa orang tokoh Quraisy.
Hisyam bin Amr, Zuher bin
Umayyah, Abul Kakhtari bin
Hisyam, Zam’ah bin Al-Aswad,
dan Muth’im bin ‘Adi bersepakat
untuk membatalkan isi
penjanjian musyrikin Quraisy.
Sebelumnya Rasulullah saw. telah
mengabarkan kepada pamannya,
Abu Thalib, bahwa Allah telah
mengutus rayap menghancurkan
spanduk kesepakatan tersebut
dan hanya menyisakan kalimat
“Bismika Allahumma” (dengan
nama-Mu, ya Allah).
Benar saja. Saat memasuki
Ka’bah, Muth’im bin ‘Adi
mendapati kondisi spanduk
kesepakatan itu seperti yang
diberitakan Rasulullah saw. Maka
keluarlah Bani Hasyim dan Bani
Muthallib dari Syi’ib. Mereka
kembali berbaur bebas dengan
masyarakat. Peristiwa ini terjadi
di tahun ke-10 kenabian. Enam
bulan setelah peristiwa ini, Abu
Thalib wafat.
Rasulullah saw. bukan hanya
kehilangan paman yang
membelanya, tapi juga
kehilangan isteri yang menjadi
teman seperjuangan. Khadijah
wafat di tahun yang sama
dengan wafatnya Abu Thalib.
Musibah yang beruntun terhadap
diri Rasulullah saw. ini disebut
‘Amul Huzni (Tahun Kesedihan).
‘Amul Huzni terjadi selama 3
tahun sebelum perintah hijrah ke
Madinah. Sebab, tiga tahun
terakhir itu penindasan kaum
Quraisy terhadap kaum muslimin
dan upaya pembunuhan
terhadap Rasulullah saw.
demikian memuncak.
Isra’ dan Mi’raj
Di tengah himpitan musuh dan
kehilangan pembela, Rasulullah
saw. ditemani Jibril,
diperjalankan oleh Allah swt. dari
Mekkah ke Baitul Maqdis dengan
mengendarai Buraq. Di Baitul
Maqdis Rasulullah saw. shalat
dan menjadi imam dengan
makmum para nabi. Setelah itu,
Nabi saw. naik ke langit dunia. Di
sana beliau bertemu dengan
Nabi Adam a.s. Di langit kedua
bertemu dengan Nabi Isa dan
Yahya a.s. Di langit ketiga
bertemu Nabi Yusuf a.s. Di langit
keempat Nabi Idris. Di langit
kelima bertemua Nabi Harun. Di
langit kelima bertemu dengan
Nabi Musa a.s. Di langit ketujuh
bertemu Nabi Ibrahim a.s.
Kemudian Rasulullah saw. sampai
di Sidratul Muntaha, lalu diangkat
ke Baitul Ma’mur. Di sini Jibril
terlihat dalam bentuknya yang
asli.
Allah saw. telah berbicara
dengan Rasulullah saw. dan
memberi perintah wajibnya
shalat 5 waktu. Sebelumnya
perintah itu adalah 50 kali dalam
sehari semalam. Tapi, setelah
berdiskusi dengan Nabi Musa,
Rasulullah saw. bolak-balik
meminta keringanan kepada
Allah swt.
Rasulullah saw. menceritakan
tentang peristiwa Isra’ dan Mi’raj
ini kepada kaum muslimin dan
penduduk Mekkah. Kaum
musyrikin mendustakan, meski
Rasulullah saw. mampu memberi
bukti dengan menerangkan
secara terperinci tentang Baitul
Maqdis dan kafilah Quraisy yang
tengah kembali dari Syam.
Hanya Abu Bakar orang yang
tidak ragu dengan cerita
Rasulullah saw. tersebut. Tak
heran jika Rasulullah saw.
memberinya gelar As-Shiddiq.
(dakwatuna.com)

Tinggalkan komentar

Filed under ilmu agama, sejarah islam

Mengenal tombol pada komputer

Mengenal Bagian-
Bagian Keyboard
July 7, 2009 1:08 pm
A. KEYBOARD BAGIAN LUAR
Keyboard (papan ketik) terdiri
atas serangkaian tombol-tombol.
Pada model komputer yang
lama, jumlah tombolnya
sebanyak 84 buah, sementara
pada model yang baru, jumlah
tombolnya 84 (PC), 101 atau 104
tombol (PC-AT) atau bahkan
lebih. Keyboard adalah media
bagi si pemakai komputer untuk
dapat berkomunikasi dengan
komputer. Pada beberapa
komputer terbaru yang
dilengkapi oleh Voice
Recognition, komunikasi bisa
juga menggunakan sebuah mic
khusus yang menangkap
perintah suara kita. Namun tetap
saja untuk beberapa hal,
keberadaan keyboard tidak bisa
disingkirkan begitu saja.
Dari segi type-konektornya,
keyboard dibedakan atas dua
jenis yaitu type AT dan PS/2.
Kedua-duanya dikembangkan
oleh perusahaan IBM. Kini yang
banyak digunakan adalah type
PS/2.
Keyboard terdiri atas 4 (empat)
bagian yaitu :
1. Tombol Ketik (Type Writer
key)
yaitu tombol untuk pengetikkan.
Susunan hurufnya hampir sama
dengan susunan tombol pada
mesin ketik, hanya
perbedaannya, tombol ini
mempunyai sifat typematic,
artinya akan melakukan
perulangan ketik apabila
tombolnya ditekan terus
menerus.
Yang termasuk dalam bagian ini
adalah tombol semua huruf
(Q,W,E,R,T,Y dst.) dan tombol-
tombol lainnya seperti :
Tombol Tab : fungsinya untuk
mendorong kursor masuk ke
dalam paragraf sesuai
indentasi
Tombol CapsLock : fungsinya
untuk membuat seluruh
huruf menjadi huruf kapital
(huruf besar). Pada saat Anda
menekan tombol ini, maka
lampu indikator CapsLock
yang terletak di pojok kanan
atas keyboard akan menyala,
menandakan fungsi CapsLock
sedang aktif. Untuk menon-
aktifkannya, tekan tombol ini
sekali lagi.
Tombol Shift : fungsinya
antara lain membuat huruf
menjadi huruf kapital (huruf
besar) sepanjang tombol Shift
tetap ditekan, sementara
untuk beberapa program,
dikombinasikan dengan
tombol fungsi, tombol Shift +
F1 s/d F12 mempunyai fungsi
yang berbeda-beda.
Tombol Ctrl dan tombol Alt:
untuk beberapa program,
dikombinasikan dengan
tombol fungsi, + F1 s/d F12,
dengan tombol Shift atau
dengan huruf, maka akan
mempunyai fungsi yang
berbeda-beda. Misalnya pada
Word for Windows, Ctrl + B
berfungsi untuk mencetak
tebal seperti ini, sementara
pada Wordstar, untuk
mencetak tebal adalah
perintahnya adalah Ctrl + PB.
Sementara kombinasi tombol
Alt + F pada umumnya
berfungsi untuk
menampilkan menu file.
Tombol Backspace :
fungsinya untuk mendorong
keluar kursor hingga ke batas
paling kiri, juga dipakai untuk
menghapus per karakter
dimulai dari posisi didepan
kursor.]
Tombol Enter fungsinya
untuk memberikan
konfirmasi kepada komputer
terhadap data/perintah yang
kita ketik, kebalikan dari
fungsi tombol Escape (Esc),
yaitu untuk membatalkan
perintah.
Tombol Escape atau Esc
fungsinya untuk
membatalkan input melalui
keyboard (hanya bisa
berfungsi sebelum menekan
tombol Enter).
2. Tombol Fungsi (Function key)
Letaknya persis diatas tombol
ketik (perhatikan gambar
disebelah kiri), ditandai dengan
tombol F1 sampai tombol F12.
Masing-masing tombol
mempunyai fungsi yang
berbeda sesuai dengan aplikasi
program yang digunakan.
Misalnya saja tombol F10, pada
aplikasi program WordStar,
berfungsi untuk menyimpan
data, sementara pada aplikasi
program Lotus, berfungsi untuk
menampilkan grafik.
3. Tombol Pergerakan Kursor
(Cursor movement)
Fungsinya untuk menggerakkan
kursor. Terletak di sebelah
kanan tombol ketik. Tombol
bergambar arah panah,
fungsinya menggerakan kursor
sesuai arah panah. Tombol Page
Up menggerakkan kursor 1 layar
ke atas sedangkan Page Down
menggerakkan kursor 1 layar ke
bawah. Tombol Home,
menggerakkan kursor
berpindah ke awal baris,
sementara tombol End
memindahkan kursor ke akhir
baris. Tombol Insert berfungsi
untuk mengaktifkan atau
menon-aktifkan fungsi
penyisipan kata/kalimat pada
posisi kursor sementera tombol
Delete berfungsi untuk
menghapus 1 karakter pada
posisi kursor.
Jika dikombinasikan
penggunaannya dengan tombol
Ctrl, pada beberapa program
text editor atau word processor,
Ctrl + PageUp berfungsi
memindahkan kursor ke awal
baris pada paragraf pertama,
sementara Ctrl + PageDown
kebalikannya, yaitu
memindahkan kursor ke akhir
baris pada paragraf terakhir
tetapi masih di halaman yang
sama. Ctrl + Home akan
memindahkan kursor ke awal
baris pada halaman pertama,
sementara Ctrl + End akan
memindahkan kursor ke akhir
baris pada halaman terakhir.
4. Tombol Papan Angka
(Numeric Keypad)
Fungsinya untuk mengetikkan
angka apabila tombol Num Lock
di aktifkan. Apabila tombol Num
Lock tidak diaktifkan, fungsinya
berubah menjadi tombol-tombol
untuk menggerakkan kursor.
Kini juga sudah ada beberapa
jenis keyboard dengan
tambahan beberapa tombol
khusus untuk sejumlah
kemudahan fasilitas. Internet
Keyboard misalnya, adalah
keyboard biasa dengan
tambahan beberapa tombol
yang mempunyai fungsinya
sebagai short-cut dalam
berinternet. LAN-Keyboard ,
adalah keyboard khusus dengan
tambahan beberapa tombol
yang mempunyai fungsinya
sebagai short-cut dalam suatu
jaringan komputer.
B. KEYBOARD BAGIAN DALAM
Keyboard komputer, secara
phisik mempunyai bentuk
seperti halnya keyboard pada
mesin ketik manual/elektronik.
Dengan digunakannya micro
processor, maka data yang ada
bisa langsung dikirim ke-CPU
melalui keyboard.
Tombol-tombol utama yang
dimiliki, memiliki susunan yang
tidak berbeda dengan susunan
tombol mesin ketik biasa.
Tombol huruf terletak dibarisan
atas, dan tombol alfabetis
berada dibawahnya, disamping
itu, tombol spasi juga diletakkan
pada posisi paling bawah. Hanya
bedanya, huruf atau angka yang
diketik oleh keyboard komputer,
akan tercetak pada layar
Jika sebuah tombol pada
keyboard ditekan, maka per
(pegas) yang ada dibawahnya
akan menekan logam yang ada
dibawahnya, dan menyebabkan
arus listrik bisa mengalir
melewatinya
Arus di atas kemudian diterima
oleh chip pada keyboard yang
disebut microprocessor. Pada
chip ini terdapat pelbagai alamat
sehingga bisa diketahui, tombol
mana yang ditekan. Sinyal-sinyal
listrik ini kemudian diteruskan
pada RAM sampai PC yang ada
digunakan secara lebih lanjut.
Pada saat yang sama, keyboard
microprocessor juga
meneruskan informasi yang ada
ke-Interupt Contoller. Dari
interupt controller inilah
informasi yang ada kemudian
bisa diterima oleh CPU agar
informasi yang bersangkutan
dapat ditampilkan pada layar
monitor

Tinggalkan komentar

Filed under Belajar komputer

Munajat cinta

photo
Dalam kegelisahan jiwaku, saat
aku
mencoba menelusuri puing puing
reruntuhan cinta para kekasih.
Terhentak hati, seluruh tubuhku
bergetar, memuji keagungan
makna cinta yang murni.. Kakiku
lemas, seluruh keangkuhanku
luluh
lantak, Terjatuh dan tersungkur
aku dalam tangisan cinta,
tengadah seluruh jiwa dan
ragaku,
bersimpuh dalam keheningan
rasa,
bermunajat kepada sang
penguasa seluruh ‘cinta’,
Bismillahi ar-rahmaan, ar-rohiim
Dengan nama-MU yaa.. ALLAH..
yang maha pengasih lagi maha
penyayang.
Seluruh keagungan puji yang
sempurna tetap hanya milik-MU ya
ROBBy.. Kami adalah hambamu
yang lemah dan bodoh, yang
selalu
menganiaya diri kami sendiri,
kami
yang terus memperturutkan hawa
nafsu kami, kami yang tenggelam
dalam kegelapan yang jahil,
Sungguh jika bukan karena
ampunan,serta rahmat dari-MU ya
ALLAH, Maka kami sungguh adalah
termasuk orang-orang yang rugi.
Ya ALLAH tiada cinta yang kami
miliki, melainkan hanya dari-MU.
Dan hanya atas kuasa serta
kehendak-MU kami dapat saling
mencintai, saling berbagi ,serta
saling memberi.. , ya ALLAH tuhan
kami berilah atas kami semua
cahaya cinta-MU yang suci. Agar
kami dapat melihat kebenaran
tentang arti cinta yang suci, agar
kami tiada tersesat,terperosok
dilembah-lembah gelap, tempat
para pendurhaka-pendurhaka
cinta. Ya ALLAH andai kami telah
tersesat,maka terimalah taubat
kami semua, bimbing dan
peliharalah kami di jalan menuju
cinta-MU.
Yaa..ALLAH penggengam segala
cinta.. Andai kami alpa, tegurlah
kami,agar kami tersadar dari
segala kekhilafan dan kebodohan
kami, kami adalah milikmu ya..
ALLAH, siramilah hati-hati kami
semua dengan butir-butir cinta-
MU
yang lembut , ampunilah kami
semua dari segala dosa-dosa dan
kedurhakaan atas kesucian cinta-
MU.
Ya..ALLAH Tuntunlah kami untuk
dapat menempuh jalan para
kekasihmu. Peliharalah serta
kuatkanlah langkah-langkah kami
dalam perjalanan ini, untuk
menggapai mutiara cinta-MU.
Ajarkanlah kami ilmu tentang
cinta.. Sebagaimana telah ENGKAU
ajarkan kepada hamba-hamba-MU
yang lurus dan tulus mencintai-
MU,
mereka yang tiada henti beramal
sholeh, yang selalu penuh
keikhlasan mengabdi dan
memelihara cinta, yang telah
bersatu padu menebarkan benih-
benih cinta dimuka bumi, yang
membiaskan cahaya cinta-MU
kedalam hati-hati kami yang
gelap.
“SEGENAP SALAM KAMI UNTUK
PARA
KEKASIH”
Komentari – Tidak Suka
Anda dan 2 orang lainnya

Tinggalkan komentar

Filed under lain-lain, puisi