15 sifat dasar manusia

fitrah insani kita memang tidak
pernah cukup untuk membawa
kita menuju jannahNya.
tidak cukup hanya menjadi
“manusia biasa” untuk berlari
dan berlomba menujut Syurga.
Karena sifat dasar manusia yang
dikaruniakan Allah kepada kita,
sungguh, sungguh hina lagi
dina!!!
makhluk apa lagi yang berani
memikul amanah yang gunung
dan langit menolaknya selain
manusia!?
makhluk apa lagi yang dikatakan
Tuhan penciptanya selalu berada
dalam kerugian kecuali orang-
orang tertentu saja!?
Benarlah umar yang berkata
“ya Allah, Engkau muliakan kami
dengan iman dan islam”
Sungguh jika bukan karena
keduanya, maka celakalah
manusia
Mari kita telusuri, apa kata al-
Quran tentang makhluk yang
bernama manusia ini…
pertama, manusia itu LEMAH
“Allah hendak memberikan
keringanan kepadamu dan
manusia dijadikan bersifat
lemah” (Q.S. Annisa; 28)
kedua, manusia itu GAMPANG
TERPERDAYA
“Hai manusia, apakah yang telah
memperdayakan kamu (berbuat
durhaka) terhadap Tuhanmu
Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-
Infithar : 6)
ketiga, manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu” (Q.S At-
takaatsur 1)
keempat manusia itu PENAKUT /
GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan Kami berikan
cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-
orang yang sabar.” (Q.S Al-
Baqarah 155)
kelima, manusia itu BERSEDIH
HATI
“Sesungguhnya orang-orang
mukmin, orang-orang Yahudi,
orang-orang Nasrani dan orang-
orang Shabiin , siapa saja
diantara mereka yang benar-
benar beriman kepada Allah ,
hari kemudian dan beramal
saleh, mereka akan menerima
pahala dari Tuhan mereka, tidak
ada kekhawatiran kepada
mereka, dan tidak (pula) mereka
bersedih hati” (Q.S Al Baqarah:
62)
keenam, manusia itu TERGESA-
GESA
Dan manusia mendoa untuk
kejahatan sebagaimana ia
mendoa untuk kebaikan. Dan
adalah manusia bersifat tergesa-
gesa. (Al-Isra’ 11)
ketujuh, manusia itu SUKA
MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan manusia
dari mani, tiba-tiba ia menjadi
pembantah yang nyata.” (Q.S. an-
Nahl 4)
kedepalan, manusia itu SUKA
BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia ditimpa
bahaya dia berdoa kepada Kami
dalam keadaan berbaring, duduk
atau berdiri, tetapi setelah Kami
hilangkan bahaya itu
daripadanya, dia (kembali)
melalui (jalannya yang sesat),
seolah-olah dia tidak pernah
berdoa kepada Kami untuk
(menghilangkan) bahaya yang
telah menimpanya. Begitulah
orang-orang yang melampaui
batas itu memandang baik apa
yang selalu mereka
kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)
“Ketahuilah! Sesungguhnya
manusia benar-benar melampaui
batas” (Q.S al-Alaq : 6)
kesembilan, manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia itu ditimpa
kemudharatan, dia memohon
(pertolongan) kepada Tuhannya
dengan kembali kepada-Nya;
kemudian apabila Tuhan
memberikan nikmat-Nya
kepadanya lupalah dia akan
kemudharatan yang pernah dia
berdoa (kepada Allah) untuk
(menghilangkannya) sebelum itu,
dan dia mengada-adakan
sekutu-sekutu bagi Allah untuk
menyesatkan (manusia) dari
jalan-Nya. Katakanlah:
“Bersenang-senanglah dengan
kekafiranmu itu sementara
waktu; sesungguhnya kamu
termasuk penghuni neraka.” (Q.S
Az-Zumar : 8 )
kesepuluh, manusia itu SUKA
BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia
berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij :
20)
“Manusia tidak jemu memohon
kebaikan, dan jika mereka
ditimpa malapetaka dia menjadi
putus asa lagi putus
harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)
“Dan apabila Kami berikan
kesenangan kepada manusia
niscaya berpalinglah dia; dan
membelakang dengan sikap
yang sombong; dan apabila dia
ditimpa kesusahan niscaya dia
berputus asa” (al-Isra’ 83)
kesebelas, manusia itu KIKIR
“Katakanlah: “Kalau seandainya
kamu menguasai
perbendaharaan-
perbendaharaan rahmat
Tuhanku, niscaya
perbendaharaan itu kamu tahan,
karena takut
membelanjakannya.” Dan adalah
manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-
Isra’ : 100)
keduabelas, manusia itu SUKA
MENGKUFURI NIKMAT
Dan mereka menjadikan
sebahagian dari hamba-hamba-
Nya sebagai bahagian daripada-
Nya. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar pengingkar yang
nyata (terhadap rahmat Allah).
(Q.S. Az-Zukhruf : 15)
sesungguhnya manusia itu
sangat ingkar, tidak berterima
kasih kepada Tuhannya, (Q.S.
al-’Aadiyaat : 6)
ketigabelas, manusia itu DZALIM
dan BODOH
“Sesungguhnya Kami telah
mengemukakan amanat[1233]
kepada langit, bumi dan gunung-
gunung, maka semuanya enggan
untuk memikul amanat itu dan
mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah
amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat
zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-
Ahzab : 72)
keempatbelas, manusia itu SUKA
MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka tidak
mengikuti kecuali persangkaan
saja. Sesungguhnya persangkaan
itu tidak sedikitpun berguna
untuk mencapai kebenaran.
Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka
kerjakan.” (Q.S Yunus 36)
kelimabelas, manusia itu SUKA
BERANGAN-ANGAN
“Orang-orang munafik itu
memanggil mereka (orang-orang
mukmin) seraya berkata:
“Bukankah kami dahulu
bersama-sama dengan kamu?”
Mereka menjawab: “Benar, tetapi
kamu mencelakakan dirimu
sendiri dan menunggu
(kehancuran kami) dan kamu
ragu- ragu serta ditipu oleh
angan-angan kosong sehingga
datanglah ketetapan Allah;dan
kamu telah ditipu terhadap Allah
oleh (syaitan) yang amat
penipu.” (Q.S al Hadid 72)
yah… itulah 15 sifat manusia
yang disebutkan dalam al-Quran.
Mengerikan bukan? Adapun
islam, sudah memberikan solusi
untuk segala sifat buruk manusia
ini. Sungguh nikmat iman dan
islam ini bukanlah sesuatu yang
kita dapat dengan murah!!!
solusi pertama, tetap berpegang
teguh kepada tali agama dan
petunjuk-petunjuk dari Allah
Kami berfirman: “Turunlah kamu
semuanya dari surga itu!
Kemudian jika datang petunjuk-
Ku kepadamu, maka barang
siapa yang mengikuti petunjuk-
Ku, niscaya tidak ada
kekhawatiran atas mereka, dan
tidak (pula) mereka bersedih
hati.” (Q.S al-Baqarah : 38)
solusi kedua, tetap berada dalam
ketaatan sesulit apapun situasi
yang melanda
tetap berada dalam ketaatan
disini, berarti bersegera
menyambut amal-amal kebaikan.
Mungkin seperti syair yang
dilantunkan Abdullah bin
Rawahah untuk mengembalikan
semangatnya saat nyalinya mulai
ciut di perang mut’ah ketika dua
orang sahabatnya yang juga
komandan pasukan pergi
mendahuluinya. “wahai jiwa, jika
syurga sudah di depan mata
mengapa engkau ragu
meraihnya”
pun Allah berfirman “Dan
bersegeralah kamu kepada
ampunan dari Tuhanmu dan
kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang
yang bertakwa,” (Q.S. Ali Imran :
133)
solusi ketiga, jaga keimanan kita
adalah hal yang wajar, iman
seseorang naik turun dan
berfluktuatif. Sama mungkin
seperti yang dikhawatirkan
sahabat Hanzalah, ketika ia
curhat kepada abu Bakar bahwa
ia termasuk orang yang celaka.
Mengapa demikian? karena ia
merasa Imannya turun ketika
jauh dari Rasulullah. Ternyata itu
pula yang dirasakan lelaki
dengan iman tanpa retak itu.
Hinga mereka berdua akhirnya
menghadap Rasulullah.
Mendengar permasalahn mereka,
Rasulullah hanya tersenyum dan
menjawab, “selangkah demi
selangkah Hanzalah!”
Tetapi sungguh, iman seorang
mukmin yang baik, akan tetap
memiliki trend yang menanjak.
Disinilah mungkin loyalitas kita
kepada Allah diuji. Apakah kita
bisa, belajar mencintai Allah
diatas segala sesuatu, belajar
mencintai sesuatu karena Allah,
serta belajar membenci
kekufuran!!!
solusi keempat, Berjama’ah
manusia itu lemah ketika sendiri
dan kuat ketika berjama’ah.
Adakah yang meragukannya?

Tinggalkan komentar

Filed under ilmu agama, Tutorial islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s