Jangan suka mengeluh

JANGAN PERNAH MENGELUH
“Daripada menghitung
kesulitan-kesulitan kita,
cobalah
Menjumlahkan berkah-berkah
yang telah kita terima !”.
Seorang musafir dengan
seorang Pelayan
kesayangannya mengadakan
perjalanan jauh. Dalam
perjalanan itu mereka
membawa barang-barang
berharga untuk dijual, seperti
seekor kambing, ayam jago,
serta sebuah obor.
Di sepanjang perjalanan,
mereka berdiskusi tentang
sifat Tuhan. ”Tuhan itu baik, Dia
selalu menyertai kemana pun
kita pergi, ”ujar Si Pelayan. “Aku
tidak yakin dengan apa yang
kau katakana, lihat saja
mungkin Tuhan menyertai
perjalanan kita, “ujar musafir,
sinis.
Menjelang sore tibalah mereka
di sebuah desa. Mereka
berharap dapat beristirahat
sejenak di desa itu, tetapi
sayang tidak seorang pun yang
bersedia menerima mereka.
Penduduk di desa itu tidak
mau menerima orang asing.
Jadi mereka mengusir musafir
dan Pelayannya. Mendapat
perlakuan kasar seperti itu,
musafir menggerutu, ”Benar,
kan, kataku ? Tuhan tidak
menyertai kita. Buktinya, Dia
tidak memberi kita tempat
istirahat. ”
Karena tidak ada tempat untuk
beristirahat maka musafir dan
Pelayannya terpaksa pergi ke
tengah hutan yang letaknya
tidak jauh dari desa. Sampai di
sana musafir itu memasang
tenda lalu berbaring melepas
rasa lelah. Si Pelayan berusaha
menghibur tuann tuannya,
“ Pasti menurut Tuhan,
bermalam di tengah hutan ini
merupakan yang terbaik bagi
kita. ”
Tidak lama kemudian
terdengarlah suara binatang
buas. Ternyata seekor serigala
datang menerkam kambing
milik sang musafir. Karena
ketakutan, sang Musafir pun
lari dan memanjat pohon
untuk menyelamatkan diri. Dari
atas pohon sang Musafir
berkata kepada Si Pelayan
“ Masih beranikah engkau
mengatkan bahwa Tuhan itu
baik? Lihat saja Tuhan sudah
membiarkan kita kedinginan di
hutan ini. Tidak hanya itu saja,
dia sudah membuatku rugi
karena tidak dapat lagi menjual
kambingku ke pasar.” Pelayan
yang bijaksana itu berusaha
menenangkan
majikannya, ”Tuan seharusnya
bersyukur dan berterima kasih
karena jika serigala itu tidak
menerkam kambing, Tuan dan
akulah yang diterkamnya.
Tuhan memang baik karena
sudah melindungi kita dari
maut.”
Musafir masih berada di atas
pohon ketika hembusan
angina kencang memadamkan
obor yang merupakan satu-
satunya penghangat yang ia
miliki di tengah cuaca yang
begitu dingin. Sang musafir itu
masih saja mengeluh dan tidak
memedulikan kata-kata Si
Pelayan. Dengan sindiran sinis
ia berkata, “Kelihatannya
kebaikan Tuhan kepada kita
begitu nyata di sepanjang
malam ini. ”
Keesokan harinya Mereka
bersiap untuk melanjutkan
perjalanan. Ketika melewati
desa yang kemarin mereka
singgahi, mereka terkejut
melihat keadaan desa yang
porak-poranda. Setelah
bertanya kepada para
penduduk tahulah sang
Musafir bahwa semalam
sekelompak perampok telah
menjarah desa tersebut. “Telah
terbukti bahwa Tuhan itu
memang baik. Jika semalam
kita menginap disana, barang-
barang Tuan yang berharga
akan ikut dirampok. Dan, kalau
saja angina kencang tidak
memadamkan obor,
perampok-perampok itu pasti
dapat melihat barang-barang
dengan jelas lalu
mengambilnya semua, ”ujar
Pelayan. Sang musafir
tertunduk malu. Ia lalu
menangis karena dia
sepanjang jalan ini ia hanya
mengeluh dan menggerutu
kepada Tuhan.
Mengeluh hanya akan
menguras tenaga dan
membuang waktu kita dengan
percuma. Menggerutu tidak
akan pernah menyelesaikan
persoalan, justru menambah
beban. Ketika sedang dilanda
masalah, belajarlah untuk tetap
bersyurkur. Kata-kata positif
memang tidak langsung
mengubah keadaan, tetapi
setidaknya kita memiliki
suasana hati yang lebih baik.
Hati dan pikiran yang tenang
akan membuat kita kuat dalam
menghadapi masalah apa pun.
Mungkin ada yang
berkata, ”Bila keadaan sedang
kacau, saya tidak mungkin
mengucapkan kata-kata yang
baik. ”Bila tidak dapat berkata-
kata yang baik, ada baiknya
Anda juga memutuskan untuk
tidak berkata-kata sama sekali.
Diamlah. Bukankah sering kali
diam justru menyelesaikan
segalanya? Belajarlah berdiam
diri sejenak dan setelah itu
lihat apa yang akan terjadi.
“Dan janganlah kamu iri hati
terhadap karunia yang telah
dilebihkan Allah kepada
sebagian kamu atas sebagian
yang lain. (Karena) bagi laki-laki
ada bagian dari apa yang
mereka usahakan, dan bagi
perempuan (pun) ada bagian
dari apa yang mereka
usahakan. Mohonlah kepada
Allah sebagian dari karunia-
NYA. Sungguh Allah Maha
Mengetahui segala
sesuatu” (QS: An-Nisa:32)
“Sungguh, Allah tidak akan
menzalimi seseorang
walaupun sebesar Zarrah, dan
jika ada kebajikan (sekecil
zarrah), niscaya Allah akan
melipatgandakannya dan
memberikan pahala yang besar
dari sisi-NYA.” (QS: An-Nisa:40).
“Allah tidak menghendaki
untuk memberikan kamu
sesuatu beban yang berat,
tetapi ia berkehendak untuk
membersihkan kamu dan
menyempurnakan nikmat-Nya
kepadamu supaya kamu
berterimakasih.” (QS:Al-Maidah:
6)
“ Apakah manusia mengira
bahwa mereka akan dibiarkan
hanya dengan mengatakan,
“ Kami telah beriman”, dan
mereka tidak diuji?”(QS: Al-
Ankabut:2)
“ Maka sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan,
sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan ” (QS:
Al- Insyirah: 5-6).
Allah SWT berfirman dalam
hadis qudsiy, ana `inda dzonni
`abdi = AKU TERGANTUNG
BAGAIMANA HAMBA KU
BERPRASANGKA KEPADAKU.
Semua harapan, semua
prasangka, semua hajat
makhluknya bisa dilayani oleh
kehendakNya.

Tinggalkan komentar

Filed under hikmah, ilmu agama, islam, Kisah-kisah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s